}
Logan: Aksi Wolverine Kian Sangar
Film

Logan: Aksi Wolverine Kian Sangar

by Yogira
Thu, 02-Mar-2017

Penggemar X-Men keterlaluan banget kalo nggak mengenal Wolverine alias Logan. Manusia mutan bercakar pisau dan punya kemampuan menyembuhkan diri secara cepat. Nah, film ini sepertinya jadi ‘perpisahan’ terakhir untuk Hugh Jackman dalam memerankan karakter itu. Jadi, tak heran, pada film Logan, Jackman harus beraksi habis-habisan. Dia mesti jadi Wolverine yang benar-benar buas, membabat musuh-musuhnya. Meski dalam ceritanya sudah mulai tua renta, Logan malah kian sangar. Pengadegan aksi tarungnya pun terlihat brutal dan radikal. Ini wajar, Logan mesti dibikin klimaks sebagai  hadiah perpisahan Hugh Jackman, iya kan?

Tak sampai  3 menit film sudah mulai diputar, Logan langsung bertarung dengan berandalan Meksiko. Kenapa juga dia berada di negara itu? Ternyata Logan ingin menyembunyikan diri dari para pemburu dan pemusnah mutan. Dia bersama gurunya, Profesor X alias Charlies Xavier dan mutan lainnya, Caliban tinggal di daerah terpencil dekat gurun pasir.

Namun kehidupan Logan mulai terusik dengan hadirnya perempuan bernama Gabriela, yang ingin menyelamatkan Laura--anak gadis memiliki gen mutan. Logan menolaknya. Dia ogah ambil risiko terlibat lagi dengan mutan, apalagi tahu bahwa Laura menjadi incaran utama Pierce dan gerombolan penjahatnya.

Logan nggak menerima kehadiran Laura dalam hidupnya. Tapi Profesor X malah mengizinkannya tinggal bersama mereka. Nah, sejak itulah Logan jadi target Pierce Cs juga. Pertarungan di antara mereka tak terelakan. Logan tak menyangka, ternyata Laura pun punya kemampuan luar biasa. Maka keduanya bahu-membahu menumpas gerombolan Pierce. Lantas, bagaimana Logan menyelamatkan Laura? Apa hubungan dirinya dengan gadis kecil ini?

Yang pertama perlu diberi catatan untuk film ini adalah orangtua disarankan tak mengajak anak kecil menonton Logan meskipun ada beberapa tokohnya seusia mereka. Pasalnya, film besutan James Mangold ini sarat dengan kekerasan. Perkelahiannya terbilang radikal dan bikin ngeri. Tapi untuk ukuran penonton yang sudah baligh, film ini menggagumkan, baik dari sisi dramatik, action, maupun dinamika konfliknya yang lumayan terjaga.

Meski begitu, durasi tayangnya yang rada panjang [2 jam 17 menit] pada adegan-adegan tertentu jadinya terkesan monoton. Ada beberapa dialog yang sebetulnya bisa dipersingkat dan lebih baik diganti dengan visualisasi bahasa film, terutama hubungan antar-karakternya, misalnya antara Logan dengan Charles atau Laura. Tapi itu bisa sedikit terobati dengan sense of humor dari penulis skenarionya. Ada dialog-dialog lucu dan terkesan spontan antara Logan dan Charles. Padahal keduanya tentu saja tak berniat untuk bercanda atau melawak karena memang mereka superhero serius, bukan pelawak.

Nah, kamu penyuka film franchise X-Men dari Marvel Studios, masa sih harus melewatkan film Logan. Segera buruan deh nonton ke bioskop 21/XXI. [][teks @firza | foto marvel studios]