}
Workshop Bikin Film Bersama Lucky Kuswandi
Film

Workshop Bikin Film Bersama Lucky Kuswandi

by Yogira
Sat, 20-May-2017

Kamu udah nonton film Galih & Ratna? Nah, sutradaranya, Lucky Suwandi, berbagi pengetahuan dan pengalaman soal membuat film tersebut pada acara workshop “Making a Critically Acclaimed Teen Flick”, di @america, Pacific Place Mall, Lantai 3, Jakarta [17/5].

Sebenarnya Lucky terbilang sutradara yang sudah nggak remaja lagi. Tapi, dia bisa berupaya sebisa mungkin masuk dalam kehidupan remaja dengan menerima tawaran untuk menggarap fllm Galih & Ratna. Bagaimana bisa ya?

“Awalnya saya bingung ketika harus bikin film remaja. Usia dan pengalaman saya harus related dengan keadaan teenage sekarang ini. Tapi setelah riset, dalam membuat film remaja kita harus respek kepada mereka,” kata Lucky di hadapan para audiens, yang rata-rata remaja penggemar film.

Lucky sengaja mengangkat film Galih & Ratna sebagai objek ‘bedah’ dalam workshop tersebut agar audiens lebih mudah memahami tips & trik dalam menyiapkan tema cerita. Menurut dia, eksplorasi tema [thematic exploration] adalah hal penting ketika filmmaker ingin membikin film.

“Saya mengangkat tema coming to age atau pendewasaan untuk film Galih & Ratna. Konflik utamanya, idealisme vs pragmatise. Tema yang diambil harus sesuai dan dekat dengan kehidupan remaja saat ini,” imbuh Lucky.

Audiens yang hadir di ruang @america tampak serius tapi santai menyerap paparan pengalaman dan pengetahuan Lucky tentang film making, khususnya ketika dia membahas soal pembangun konflik cerita pada film Galih & Ratna, yakni tentang dreams vs reality, yang melekat pada karakter dua tokoh utama film ini.

Lulusan Art Center College of Design Pasadena Amerika itu memperjelas juga penokohan dalam film. Dalam presentasinya, Lucky menyebut bahwa sang sutradara harus mengenal character archetypes, yakni: the loner, the girl next door, the school diva/it girl, the rebel, the jock, the nerd, dan the outcast.  Menurutnya, tipikal karakter seperti itu, selalu ada dalam film-film remaja.

Usai memberikan presentasi diselingi sesi tanya jawab, Lucky pun membagi peserta jadi 4 kelompok sebagai latihan sebagai filmmaker ketika menyiapkan produksi film. Tentu saja, para peserta yang rata-rata berusia muda menyambutnya dengan antusias. [][teks & foto @yogirudiat]