}
Stratton: Misi Pasukan Anti-Teror
Film

Stratton: Misi Pasukan Anti-Teror

by Yogira
Wed, 24-May-2017

Ketika teroris menguasai senjata pembunuh massal, perlu pasukan khusus yang harus mencegahnya. Film besutan Simon West ini menampilkan seorang pasukan tangguh dan cerdas sekaligus anggota Special Boat Service. Dia adalah John Stratton.

Sosok heroik Stratton, yang jadi judul film ini, seperti penegasan karakter kuat, yang akan diingat penonton. Ya, semacam kuatnya karakter Jason Bourne atau James Bond. Apakah Stratton ingin mengikuti cara penguatan karakter dua tokoh tersebut?

Entahlah. Yang jelas, film Stratton lumayan asyik dinamika ketegangannya. Meskipun tak mengumbar special effect dan adegan action berlimpah, film ini malah sangat terasa ketegangannya melalui konflik dramatik antartokoh berikut situasi yang dihadapinya.

Kisah intinya tentang sepak terjang John Stratton [Dominic Cooper], seorang sersan, yang mendapatkan mandat dari agen rahasia Inggris MI6, yang dikoordinasi Sumner [Connie Nielsen]. Startton sempat terpukul ketika rekan kerjanya, Marty [Tyler Hoechlin] gugur dalam misi merebut senjata berbahaya di Irak. Dibantu rekan kerjanya, Aggy [Gemma Chan], Stratton ingin menguak dalang di balik munculnya senjata pembunuh massal, yang berjuluk “satan’s snow”.

Setelah ditelusuri, ternyata penjahat yang dicari adalah Grigory Barovsky [Thomas Kretschmann]. Teroris ini akan menggunakan drone guna menyebarkan “satan’s snow" di kota London dan kota lainnya di dunia. Lantas bagaimana Stratton mencegah terjadinya teror itu? Siapakah yang berkhianat untuk menggagalkan rencana Stratton?

Dari sisi penyuguhan action, Stratton tidaklah istimewa. Sepertinya, film ini tak menguras budget produksi untuk special effect dan setting lokasi. Tapi sang sutradara terlihat jeli dalam memodifikasi  kisah Stratton dari novel karangan Duncan Falconer itu jadi karakter yang sinematik dramatik. Stratton benar-benar seolah nyata. Kemampuan militernya pun terlihat tak mengada-ada dan dia juga manusia biasa yang hatinya bisa terluka.

Film ini berhasil menggiring ketegangan secara semestinya, tanpa harus lebay dan hiperbolis. Mungkin cuma penokohan Stratton yang kurang greget. Bisa jadi terasa lebih kuat kalau tokoh utamanya diperankan Henry Cavill, yang sebenarnya secara casting dia yang sudah terpilih pemeran Stratton. Tapi sayang, seminggu sebelum syuting Cavill mengundurkan diri karena perbedaan visi kreatif dengan pihak pemroduksi film.

Nah, kamu penyuka film bergaya drama thriller berbumbu action, Stratton wajib ditonton. Datang saja ke bioskop Cineplex 21/XXI. [][teks @yogirudiat | foto GFM Films]