}
Pirates of the Caribbean: Rebutan Trisula Dewa
Film

Pirates of the Caribbean: Rebutan Trisula Dewa

by Yogira
Fri, 26-May-2017

Dalam mitologi Yunani, dari sekian banyak dewa, Poseidon termasuk yang berwibawa. Dia adalah dewa penguasa laut, sungai, dan danau. Nah, dalam film Pirates of the Caribbean: Dead Men Tell No Tales, nama Poseidon sengaja dibawa-bawa.

Kisahnya bermula dari anak muda bernama Henry Turner [Brenton Thwaites]. Dia begitu gigih ingin menyelamatkan ayahnya, Will Turner [Orlando Boom] dari kutukan. Cara satu-satunya adalah dengan menemukan trisula milik Poseidon, yang terkubur di dasar laut. Henry bertemu Carina Smyth [Kaya Scodelario]. Gadis ini seorang saintis dan ahli perbintangan tapi diburu kerajaan Inggris karena dianggap penyihir. Carina pun ingin menemukan trisula itu agar bisa bertemu ayahnya yang dianggapnya hilang.

Upaya Henry dan Carina mulai menemukan titik terang ketika bertemu Kapten Jack Sparrow [Johnny Depp], yang justru jadi ‘kunci utama’ mata rantai antara cita-cita Henry dan Carina dengan para hantu yang ingin bebas dari kutukan. Salah satunya adalah Captain Salazar [Javier Bardem]. Salazar menyimpan dendam kesumat terhadap Sparrow. Dia terkena kutukan karena ulah Sparrow ketika masih muda.

Tentu saja, Salazar tergoda pula merebut Trisula Poseidon, tak sekadar karena ingin terbebas dari kutukan, tetapi juga bernapsu menguasai lautan sedunia. Ternyata pencarian Trisula Poseidon terendus juga oleh bajak laut, Kapten Hector Barbossa [Geoffrey Rush] dan Angkatan Laut Inggris. Maka, konflik untuk memperebutkan barang sakti itu pun tak terelakan. Mereka sama-sama berjibaku demi trisula milik sang dewa. Lantas, Apa tindakan Sparrow agar dirinya dan awak kapalnya selamat dari konflik perebutan trisula itu?  

Film bajak laut kreasi Walt Disney ini selalu menampilkan atmosfir pengadegan yang unik. Seri Dead Men Tell No Tales tetap menyuguhkan keunggulan pada kostum, make up, dan special effect yang ciamik. Tapi entah mengapa, seri kali ini sutradaranya berdua, yakni Joachim Ronning, Espen Sandberg.

Memang dari sisi pengalaman dan chemistry dengan para pemainnya, duet sutradara asal Norwegia ini tak sekaliber Gore Verbinski, yang sudah menangani tiga film Pirates of the Caribbean. Namun, sentuhan filmis Joachim dan Espen membawa kesegaran dari sisi dramatik khas film-film Eropa. Ada hubungan antarpersonal pada dua tokoh pada film ini, yang bisa membikin penonton terharu dan sentimentil. Adegannya pada klimaks menjelang akhir cerita.

Perlu dicatat juga, karena mungkin Joachim dan Espen berasal dari Norwegia, citrarasa legenda Viking jadi terasa juga dalam film ini, terutama pada kemunculan kapal hantu yang ditumpangi Captain Salazar dan awaknya. Meskipun dalam ceritanya, Salazar dan konco-konconya adalah bangsa Spanyol, toh penggambaran keberingasan, dan ketangguhannya seperti titisan pasukan Viking.

Film ini seperti memadukan mitos, legenda, sains, dan sejarah baheula. Sebuah produk sinema yang sangat menghibur sekaligus memberikan percik-percik inspirasi  tentang kehidupan bajak laut zaman dulu berikut pengetahuan yang mengiringnya Tak percaya? tonton saja filmnya di bioskop Cineplex 21/XXI. [][teks @yogirudiat | foto Walt Disney Pictures]