}
The Mummy: Kisah Keji Monster Puteri
Film

The Mummy: Kisah Keji Monster Puteri

by Yogira
Thu, 08-Jun-2017

"Welcome to a new world of gods and monsters." Demikian tagline film ini, dikutip dari film Bridge of Frankestein [1935]. Yup, betul monster-monster bangkit lagi, menyerupai zombie yang tertular ciuman maut seorang puteri Mesir Kuno bernama Ahmanet [Sofia Boutella]. Dia bangkit menebar kebencian setelah terpenjara selama 5.000 tahun dalam sarkofagus alias peti mati khas Mesir.

Alkisah, pada zaman Mesir Kuno, Ahmanet nyaris jadi seorang penguasa menggantikan ayahnya. Namun cita-citanya terkikis karena ibunya melahirkan anak lelaki, yang akan jadi pewaris kerajaan, menggantikan ayahnya. Dengan keji, Ahmanet menghabisi keluarganya berkat bantuan iblis. Namun ketika dia akan melakoni ritual dengan pisau bergagang berlian merah, pasukan istana menyergapnya, meringkusnya, dan memasukkannya hidup-hidup ke dalam sorkofagus.

Lima ribu tahun kemudian, sosok prajurit nakal, Nick Morton [Tom Cruise] dan sahabatnya, Chris Vail [Jake Johnson] tak sengaja menemukan kuburan, tempat sorkofagus Ahmanet tersimpan dalam kolam. Keduanya terpaksa harus menjalin kerjasama dengan arkeolog cantik, Jenny Halsey [Annabelle Wallis], yang memang sangat terobsesi menemukan artefak langka. Halsey ternyata adalah tangan kanan Dr. Henry Jekyll [Russell Crowe], arkeolog jenius dan kaya raya yang tinggal di Inggris.

Ketika Nick, Vail, dan Halsey mengangkut sorkofagus Ahmanet ke pesawat terbang dan hendak membawanya ke Inggris, tiba-tiba terjadi malapetaka. Pesawat terbang oleng, lalu jatuh di biara. Sejak itulah sorkofagus Ahmanet terbongkar. Sang puteri kembali hidup sebagai monster menakutkan. Lebih celaka lagi, dia bisa menularkan ciuman sakti kepada siapapun yang ditemuinya sehingga menjadi zombie.

Ahmanet mengejar Nick. Dia ingin Nick menjadi pasangan hidupnya. Tentu saja, Nick ogah jadi suami seorang mumi. Nick pun mencari jalan keluar agar bisa mengenyahkan Ahmanet. Bagaimana caranya?

Sejak pertama kali film tentang mumi muncul pada tahun 1932, hingga sekarang ini, film The Mummy versi Tom Cruise layak disebut yang terbaik. Gagasan cerita yang segar dengan karakter mumi seorang wanita jadi kelebihan film ini. Demikian pula, inovasi special effect, sound editing, dan konflik antartokohnya menciptakan daya tarik hiburan yang membuat penonton terpana. Sejak awal hingga akhir cerita, ketegangan demi ketegangan sepertinya berhasil membetot-betot emosi penonton. Karakter antagonis puteri Ahmanet pun sangat kuat, terutama dari cara mengekspresikan gestur tubuh dan mimik wajahnya.

Perlu dicatat, film The Mummy ini adalah kolaborasi pertama dua aktor kelas wahid, Tom Cruise dan Russell Crowe. Dalam film ini, mereka berjibaku adu jotos demi tercipta bumbu aksi yang membikin film ini kian sedap dinikmati. Tak percaya? tonton saja The Mummy di bioskop Cinema 21/XXI. [][teks @yogirudiat | foto universal pictures]