}
Transformers 5: Perang Dahsyat Demi Tongkat
Film

Transformers 5: Perang Dahsyat Demi Tongkat

by Yogira
Thu, 22-Jun-2017

Kamu pencinta film franchise Transformers? Sayang banget kalau melewatkan seri ke lima ini. Transformers: The Last Knight seolah puncaknya kedahsyatan aksi para Autobot yang dikemas dengan special effect kelas tinggi. Yup, memang, film ini seri Transformers termahal. Kabarnya, biaya produksinya menelan budget 260 juta dollar.

Transformers: The Last Knight menekankan pengisahannya pada pencarian tongkat keramat yang diberikan seorang Autobot kepada sosok yang disebut penyihir bernama Merlin pada masa peperangan di Inggris Raya berabad-abad yang lampau. Dan 1600 tahun kemudian, masih banyak Autobot tinggal di bumi ketika planet mereka, Cybertron hancur. Optimus Prime ketika pulang kampung ke planet itu, terhenyak dengan keadaan di Cyberton. Lantas dia bertemu sang penciptanya, yakni Quintessa, yang mempengaruhi Optimus Prime agar bisa mendapatkan tongkat keramat Merlin demi memulihkan Cyberton sekaligus menyerap energi planet bumi hingga hancur.

Di sisi lain, sang pelindung Autobots di bumi, Cade Yeager [Mark Wahlberg] dan sejarawan cantik bernama Vivian Wembley [Laura Haddock] mendapatkan mandat dari Sir Edmund Burton [Anthony Hopkins] agar menyelamatkan bumi dari serangan alien dari Cybertron atas kendali Quintessa. Burton sudah tahu bahwa Yeager adalah ksatria terakhir yang terpilih mendapatkan sekeping azimat. Demikian juga Vivian, dia adalah orang terpilih juga yang mampu menguasai tongkat keramat sehingga bisa menyelamatkan bumi dari kehancuran. Mengapa Yeager dan Vivian yang terpilih sebagai penyelamat? Tonton saja filmnya.

Kelebihan Transformers seri 5 ini adalah memadukan unsur futuristik dengan sejarah lampau. Ada kilasan flashback yang menarik tentang peperangan pada “Masa Kegelapan” di Inggris. Ksatria seperti: King Arthur, Lancelot, Percival menjadi penanda adanya ikatan persaudaraan dengan Autobots pada zamannya.

Tentu saja, yang paling menonjol dalam film ini adalah special effect dan manipulasi gambar dengan penerapan CGI [Computer-Generated Imagery], terutama pada perubahan format para Autobots, yang menjadi cirikhasnya. Namun entah mengapa, pada klimaks cerita, sang sutradara, Michael Bay seolah ingin menumpahkan segala gagasan teknis filmisnya dalam rentetan adegan, yang justru jadi ‘capek’ untuk ditonton. Cut to cut editing gambarnya cepat berubah sehingga nyaris menghilangkan unsur narasi film sekaligus mengurangi efek dramatiknya.

Meski begitu, penonton masih bisa tertawa dengan celotehan lucu pada dialog-dialog antartokohnya. Adegan diskusi Yeager, Vivian, Sir Edmund Burton dan Autobot Cogman di kastil adalah adegan lucu yang segar dan mengejutkan.

Nah, kamu yang senang menonton film action sciene-fiction sekaligus penggemar berat robot-robotan, tonton saja Transformers: The Last Knight. Cukup nikmati special effect dan CGI-nya, yang begitu melimpah. Jangan terlalu memikirkan jalan ceritanya karena itu hanya membuat kamu pusing. Tonton saja sebagai film hiburan yang menyenangkan. [][teks @yogirudiat | foto Bonaventura Pictures]