}
The Bleeder: Kisah Petinju Inspirasi Rocky
Film

The Bleeder: Kisah Petinju Inspirasi Rocky

by Yogira
Fri, 14-Jul-2017

Penggemar tinju sekaligus pencinta film pasti mengenal Rocky Bolboa. Tokoh petinju dalam film Rocky, dengan pemain Sylvester Stallone.

Tapi, mungkin tak banyak orang tahu bahwa film itu terinspirasi dari petinju kelas berat, Chuck Wepner. Dia adalah petinju yang bertarung seru melawan Muhammad Ali pada tahun 1975. Di ring, Chuck sempat menjatuhkan Ali. Namun, pada 19 detik sebelum habis ronde 15, Chuck terhuyung karena pukulan Ali, hingga akhirnya Chuck dinyatakan kalah.

Fakta tersebut menjadi salah satu bagian penting film biopik terbaru berjudul The Bleeder. Pemeran utama Chuck Wepner adalah Liev Schreiber, aktor yang sebelumnya dikenal dalam film SpotlightX-Men Origins: Wolverine, dan Defiance. The Bleeder boleh dibilang film utama Liev sebagai aktor karena sebelumnya dia selalu jadi aktor pendukung. Menariknya, dalam film The Bleeder, Liv beradu akting dengan pasangannya, Naomi Watts, yang berperan sebagai Linda [istri Chuck].       

Kisah film ini sih sederhana. Ya, seputar perjalanan penting kehidupan Chuck ketika merintis sebagai petinju asal Bayone, New Jersey, Amerika. Chuck dikenal petinju tangguh berjuluk “The Bayonne Bleeder”. Meski wajahnya sudah memar berdarah-darah, dia masih mampu bertahan di atas ring tinju dalam waktu lama, termasuk ketika menghadapi Muhammad Ali. Pertandingan melawan Ali termasuk klimaks kariernya. Namun gaya hidupnya yang berantakan, terutama pada kecanduan kokain, membuat Chuck terpuruk. Dia selalu lupa diri kepada istrinya Phyllis [Elisabeth Moss] dan anaknya, Kimberky [Melo Ludwig]. Imbasnya, Chuck bercerai dengan Phyllis, lantas kemudian menikah lagi dengan Linda.

Suatu ketika, Chuck mendapat kabar baik. Sepak terjangnya sebagai petinju menjadi inspirasi Sylvester Stallone untuk penulisan skenario film Rocky. Tentu saja, Chuck bahagia tak kepalang. Dia pun merasa sudah menjadi selebritis. Namun lagi-lagi, gaya hidupnya yang tak karuan membuat dirinya malu sendiri di hadapan Stallone dan tim produksi film. Lantas, bagaimana akhirnya dia bisa bangkit lagi dari masa sulit? Tonton saja filmnya, ya.

Yang jelas, The Bleeder semacam tontonan alternatif dengan kemasan yang justru di luar “gaya Hollywood”.  Tim produksi film ini sepertinya tak terlalu memusingkan laris atau tidak di pasaran bioskop. Tapi mereka lebih mementingkan inspirasinya terhadap dunia tinju, yang memang jarang diangkat ke layar lebar, apalagi diangkat dari kisah nyata.

Menyimak kisah hidup Chuck dalam film ini, sebenarnya hampir serupa dengan kisah hidup petinju Jake LaMotta dalam film Raging Bull, yang dibesut secara cemerlang oleh Martin Scorsese pada tahun 1980. Robert de Niro sebagai pemeran utamanya memainkan sosok Jake yang gaya hidupnya persis sama dengan Chuck Wepner semasa hidupnya.

Patut diapresiasi adalah setting dan sinematografinya. Film The Bleeder menampilkan suasana dan tone gambar tahun 1970-an, sehingga penonton yang menyaksikannya serasa terlibat pada zaman tersebut.

Nah, kamu penggemar tinju dan ingin lihat bagaimana Muhammad Ali dan Sylvester Stallone jadi bagian hidup petinju Chuck Wepner? Tonton saja The Bleeder di bioskop Cinemaxx. [][teks @yogirudiat |  foto Millenium Films Campbell-Grobman Films]