}
War for the Planet of the Apes: Ketika Kera Dendam
Film

War for the Planet of the Apes: Ketika Kera Dendam

by Yogira
Sat, 15-Jul-2017

“For freedom. For family. For the planet.” Demikian tagline film ini, seperti mengukuhkan bahwa kemerdekaan tak hanya milik manusia, tetapi juga kera.

Ya, War for the Planet of the Apes menandakan puncak film seri layar lebar Planet of the Apes. Tensi konflik yang sangat emosional amat terasa ketimbang pada seri sebelumnya. Konflik psikologis, terutama antara sang kera cerdas, Caesar [Andy Serkis] dengan Kolonel [Woody Harrelson] menjadi pertarungan dua karakter yang kuat. 

Kisah film War for the Planet of the Apes memang berkelindan dengan film sebelumnya, berjudul Rise of the Planet Apes [2011] serta Dawn of the Planet Apes [2014]. Caesar masih jadi tokoh sentral. Dia ini tetap jadi pemimpin kera lainnya dengan membangun komunitasnya di belantara untuk menghindari gangguan manusia.

Namun, Caesar dkk terpaksa harus melawan sekelompok tentara manusia di bawah perintah Sang Kolonel.  Banyak korban berjatuhan di hutan, baik dari pihak kera maupun tentara. Caesar cs memaksa para tentara mundur dari hutan. Setelah itu, Caesar cs mencari tempat persembunyian lagi di gua misterius.

Ketika merencanakan eksodus ke tempat berupa gurun yang ditemukan anaknya, Caesar dan kera lainnya kembali terancam hidupnya. Lagi-lagi, Kolonel dan pasukannya ingin memusnahkan mereka. Istri dan anak Caesar terbunuh. Caesar dendam kesumat kepada Sang Kolonel. Namun di sisi lain, pengikutnya akan terancam punah kalau dia tewas dalam perburuan mencari Kolonel. Bagaimana Caesar bisa mengatasi ego dalam dirinya juga kepentingan untuk pengikutnya yang akan hijrah ke tempat aman?

Dibandingkan 2 film Planet of the Apes sebelumnya, sepertinya film ini lebih menitikberatkan sisi dramatik ketimbang action-nya. Pergulatan emosional antartokoh lebih menonjol. Patut diacungi jempol kepada aktor watak Andy Serkis, yang berhasil lagi memerankan tokoh Caesar dalam balutan kostum kera hasil rekasaya CGI. Kepiawaian Serkis dalam balutan tokoh bentuk lain terbukti dalam film trilogi Planet of the Apes. Sebelumnya, dia juga sukses menjadi sosok yang licik dan mengerikan, yakni sebagai Gollum pada film Lord of The Rings

Namun, entah karena tuntutan skenario atau memang durasinya panjang, pada adegan-adegan tertentu, film ini jadi sedikit membosankan. Ada beberapa alur naratif yang terlalu panjang sehingga peran editing gambar jadi kurang terasa membangun sisi ketegangan film. Meski begitu, film ini tetap layak tonton untuk remaja hingga dewasa.

Sungguh, War for the Planet of the Apes mendedahkan persoalan-persoalan genting tentang peperangan, yang bisa merusak alam dan penghuninya sendiri. Mungkin ada semacam sindiran juga bahwa manusia zaman sekarang ini kian bodoh dengan kerakusannya. Sebaliknya, kera mungkin akan lebih cerdas dalam menjaga planet ini. Ingin bukti? Tonton saja dulu film War for the Planet of the Apes di bioskop Cineplex 21/XXI mulai 26 Juli 2017. [][teks @yogirudiat | foto Chernin Entertainment]