}
Dunkirk: Evakuasi Tentara Menegangkan
Film

Dunkirk: Evakuasi Tentara Menegangkan

by Yogira
Fri, 21-Jul-2017

Upaya evakuasi  sekira 400 ribu tentara Sekutu Inggris di pantai Dunkirk, Prancis Utara adalah peristiwa sejarah Perang Dunia II yang menegangkan. Pada tahun 1940, di pantai berombak besar itu, tentara Inggris dan Sekutu tinggal menunggu waktu serangan udara dari Jerman.

Karena peristiwa di Dunkirk termasuk momen inspiratif, sutradara jenius, Christopher Nolan mengangkatnya ke dalam film layar lebar. Bahkan dia pula menulis skenarionya.

Nyaris tak ada aktor paling menonjol dalam memerankan tokoh-tokohnya. Sekalipun ada aktor watak, Kenneth Branagh sebagai Komandan Bolton, Mark Rylance [Dawson], Tom Hardy [Farrier], toh porsi perannya masih seimbang dengan penampilan pendatang baru: Fionn Whitehead [Tommy] dan sang penyanyi grup One Direction, Harry Styles [Alex].  Malah penampilan akting Fionn dan Harry justru punya bobot tersendiri dalam memicu konflik psikologis di antara tentara.

Kisah dimulai dengan tersudutnya ribuan tentara Inggris di pantai Dunkirk ketika  serangan udara Jerman mengancam mereka. Di antara pasukan Inggris, ada sosok tentara muda bernama Tommy. Dia termasuk pendiam, namun selalu sigap menolong dan membantu rekan-rekannya yang jadi korban serangan. Di sisi lain, ada Dawson, sosok pelaut tua, yang membawa dua anak muda berlayar untuk menjemput tentara di Dunkirk. Pada segmen lain, ada penerbang militer bernama Farrier, yang memburu sejumlah pesawat Jerman agar tak mengancam keselamatan tentara Inggris di Dunkirk. Dalam film ini, karakter Tommy, Dawson, dan Farrier cukup mewakili tiga alur penting dalam pengisahan Dunkirk. Lantas bagaimana sebagian besar tentara Inggris itu bisa selamat dari ‘neraka’ Dunkirk?

Cuma 1 jam 46 menit. Ya, itulah durasi waktu film ini. Tentu penonton ada yang kecewa karena ekspektasinya tak terpenuhi, mengingat biasanya Nolan selalu membuat film berdurasi panjang. Tapi, perlu digarisbawahi juga bahwa film Dunkirk bukan murni fiktif, tapi berdasarkan peristiwa nyata. Karenanya, sepertinya Nolan ingin mengemas film ini serealistis mungkin, seperti halnya produksi film semi dokumenter. Jadi, persoalan durasi bukanlah hal utama. Yang penting esensi cerita dan pesan historisnya.

Dunkirk adalah film sejarah pertama Nolan. Pencapaian teknis filmisnya sangat terasa dengan kejadian sesungguhnya di Dunkirk. Maklum, karena selain syutingnya memang di tempat asli, Nolan pun mampu membuat setting kesejarahan Dunkirk dengan tata artistik dan sinematografi yang menawan. Angle-angle kameranya banyak terlihat detail, misalnya: pada adegan ketika para tentara terjebak di dalam kapal laut yang sudah ringsek terkena bom tentara Jerman.

Penggambaran situasi mencekam di Dunkirk sangat terasa berkat ilutrasi musik Hans Zimmer. Komponis asal Jerman ini berhasil mengiringi sebagian besar adegan Dunkirk dengan musik yang ‘gaib’, menyayat, dan mendebarkan jantung. Diprediksi, Hans Zimmer akan masuk nominasi Oscar tahun depan atas olahan musiknya pada film Dunkirk. Jangan remehkan juga, sinematografi, sound editing, dan sound mixing film ini,  sepertinya akan diperhitungkan juga sebagai kandidat peraih Oscar 2018.

Sebagai sutradara, Nolan meracik film Dunkirk jadi tontonan yang sehat. Nyaris tak ada unsur kekerasan, obral luka dan banjir darah, seperti umumnya pada film perang. Siapapun bisa menontonnya karena Dunkirk memang bukan film perang, tapi karya sinema Nolan yang cemerlang. [][teks @yogirudiat |  | foto Syncopy Inc ]