}
Valerian: Petualangan Agen Muda Luar Angkasa
Film

Valerian: Petualangan Agen Muda Luar Angkasa

by Yogira
Thu, 03-Aug-2017

Imajinasi memang tiada batasnya. Demikian pula dalam industri sinema. Melimpahnya gagasan imajinatif hasil kerjasama tim sineas lantas menuangkannya secara matang dalam produksi film akan menjadi karya yang indah untuk ditonton. Ini berlaku untuk film Valerian: and the City of a Thousand Planets, besutan sutradara kondang asal Prancis, Luc Besson.

Valerian adalah film Luc Besson pertama yang mengangkat kehidupan di luar angkasa berikut aneka fantasinya yang ganjil, namun indah. Kisahnya tentang petualangan agen Mayor Valerian, yang berpartner dengan Sersan Laureline untuk menyelamatkan kota Alpha dari ancaman peperangan. Valerian dan Laureline harus menyelinap ke pasar gelap di dimensi lain. Tujuannya, menyelamatkan binatang sangat berharga yang disebut “converter”. Kalau converter ini dikuasai orang jahat, kelak terjadi kerusuhan di kota Alpha.

Ternyata converter itu berkaitan dengan mimpi aneh Valerian. Dalam mimpinya ia, melihat planet yang penghuninya hidup rukun dan damai di kawasan pantai yang indah tiada tara. Namun akhirnya, planet tersebut hancur terdampak peperangan di luar angkasa.

Ketika Valerian dan Laureline hendak mengembalikan converter ke markas militer di Alpha, keduanya curiga ada persoalan internal yang dirahasiakan. Atasan mereka, Jenderal Okto Bar malah menuduh Valerian dan Laureline mengada-ngada. Tapi setelah berjuang menyelidiki rahasia militer itu, terungkaplah dalang di balik kehancuran planet yang dihuni binatang converter. Siapakah dalangnya? Bagaimana Valerian dan Laureline menyelamatkan diri dari ancaman musuh-musuhnya?

Jangan terlalu memikirkan jalan cerita film ini. Nikmati saja sinematografi, spesial effect, dan set dekorasinya, juga aneka karakternya, yang rata-rata berwajah aneh, lucu, bahkan ada yang menyeramkan. Film ini memang diangkat dari buku komik fantasi berjudul Valerian & Laureline, karangan Pierre Christin dan Jean-Claude Mezieres. Jadi, tak mengherankan, ketika Besson ‘menggorengnya’ jadi sebuah film, visualisasinya semakin fantastis. Tampilan gambar film Valerian terasa artistik surealis, terasa berbeda dengan visualiasi film tentang luar angkasa garapan sineas Hollywood.

Namun, sayang, chemistry duet akting Dane DeHaan [Valerian] dan Cara Delevingne [Laureline] terasa kurang greget. Entahlah, apakah ini karena persoalan kastingnya atau karena akting mereka pas-pasan. Tapi, kelemahan pemeran utama film ini bisa tergantikan dengan penampilan yang sangat menghibur dari Rihanna, yang berperan sebagai Bubble. Penyanyi inilah, yang membuat cerita Valerian lebih ‘berwarna’.

Jangan lupakan juga aktor pendukung lainnya, yang terbilang ngetop dari lintas generasi. Mereka adalah: Rutger Hauer, Ethan Hawke, Clive Owen, dan Kris Wu. Yang cukup mengejutkan adalah tampilnya musikus jazz kahot, Herbie Hancock, yang berperan sebagai Menteri Pertahanan. 

Valerian adalah film futuristik yang sangat menghibur. Penonton akan merasa dimanjakan dengan pemandangan dan tingkah laku berbagai macam alien dalam konsetelasi peradaban di luar angkasa. Dilihat dari sisi fantasinya, film ini seharusnya cocok juga ditonton untuk anak-anak. Namun sayang, ada adegan mesra, yang lebih pantas ditonton remaja dewasa.

Kamu remaja penyuka film sciene fiction dengan pengisahan di luar angkasa? Tonton saja Valerian: and the City of a Thousand Planets, di bioskop Cinema 21/XXI. [][teks @yogirudiat | foto EuropaCorp, Fundamental Films]