}
The Emoji Movie: Ketika Emoji Seperti Makhluk Hidup
Film

The Emoji Movie: Ketika Emoji Seperti Makhluk Hidup

by Andiska
Fri, 11-Aug-2017

Tak ada batasan untuk ide sebuah film animasi. Berbagai karakter bisa diciptakan karena pada dasarnya animasi berasal dari sebuah gambar. Dalam film Wreck-it Ralph dan Inside Out, kita bisa mengintip sebuah peradaban dalam permainan arkade dan kepala seorang manusia. Nah, pada film Emoji, kita bisa melihat  karakter-karakter emoji menjalani keseharian yang tersembunyi di dalam aplikasi perpesanan ponsel seorang manusia.

Tony Leodins memulai cerita dalam film dengan memperkenalkan emoji-emoji tersebut bisa seperti yang kita lihat di layar ponsel saat ini.

Tinggal di kota bernama Textopolis dalam aplikasi perpesanan, para emoji bekerja dalam pusat teks untuk menunggu pengguna ponsel [Alex] memilih mereka. Setiap emoji hanya boleh memiliki satu ekspresi wajah. Emoji yang terpilih akan di-scan untuk dimunculkan dalam kotak dialog aplikasi perpesanan. Sudah memiliki karakter masing-masing, para emoji hanya perlu bekerja memberikan tampang sesuai karakternya sampai proses scan selesai.

Tokoh utama dalam film ini adalah sosok emoji “Meh” bernama Gene. Ia mampu mengeluarkan banyak ekspresi dari wajahnya sehingga sulit konsisten sebagai “Meh” yang seharusnya mengeluarkan ekspresi bosan setiap harinya. Karena hal tersebut, Gene tidak bisa menjadi "Meh" sesuai permintaan Alex.

Merasa ada yang salah dengan ponselnya, Alex ingin meng-install ulang ponselnya dan membuat janji pada pukul 4 dengan toko ponsel. Sementara itu, penghuni Textopolis yang mengetahui hal tersebut merasa terancam karena secara otomatis mereka akan lenyap jika Alex benar-benar meng-instal ulang ponselnya.

Hingga pemimpin pusat teks bernama Smiler berniat melenyapkan Gene dengan mengerahkan robot penghancur [Bot] karena dianggap sebagai emoji malafungsi. Dalam perjalanannya melarikan diri dari Bot, Gene bertemu Hi-5. Salah satu emoji yang kurang dianggap karena kurang populer. 

Saking takutnya dengan Bot, Gene tanpa sadar membawa Hi-5 keluar dari Textopolis dan memasuki salah satu aplikasi illegal. Kemudian mereka bertemu hacker [Jailbreak] dan merencanakan pemrograman ulang dalam Drop Box terhadap Gene agar nasibnya berubah.

Perjalanan menuju Drop Box sekaligus menjadi buronan Bot sangat mengundang keseruan dalam film ini. Sebab, mereka bertiga masuk ke dalam aplikasi permainan Candy Crush dan Just Dance. Gane sempat terjebak dalam papan permainan Candy Crush dan mereka bertiga harus berdansa dalam permainan Just Dance.

Petualangan Gene, Jailbreak, dan Hi-5 akan membuatmu membayangkan bagaimana menjelajahi program dalam ponsel dan keluar masuk beberapa aplikasi karena visualisasi animasi yang tampak seperti aslinya.

Selain visualnya yang bagus, banyak pesan yang juga berusaha disampaikan. Beberapa konflik dalam film ini mengingatkan kita bahwa betapa pentingnya menjadi diri sendiri dan tetaplah menjaga kesetiakawanan agar kamu tidak merasa hidup sendiri.

Setelah melewati petualangan yang hebat, Gene mengalami hal yang sangat sulit hingga ia mengurungkan niatnya dan kembali ke Textopolis untuk menebus kesalahannya. Penasaran bagaimanakah akhir dari cerita The Emoji Movie? Nonton aja filmnya di bioskop Cinema 21/XXI. [][teks @andiskaraf | foto Moviefone, Live for Films]