}
It: Teror Badut Berujung Maut
Film

It: Teror Badut Berujung Maut

by Yogira
Thu, 07-Sep-2017


Biasanya sih, badut tampil mengumbar tawa. Tingkahnya lucu, mengocok perut. Namun kalau kamu menonton film It, badut bisa memaksa kamu menjerit, malah bisa mengundang takut sampai semaput. Celakanya lagi, dia akan memakan korban hingga maut menjemput.

Film berdurasi 2 jam 15 menit ini diadaptasi dari novel karya Stephen King, yang memang rajanya dalam berkisah horor. Nah, sepertinya, keseraman pada novelnya berhasil tertuang juga dalam versi filmnya.

Alkisah, pada tahun 1989, kota Derry dilanda misteri. Beberapa orangtua di kota kecil itu kehilangan anaknya dan polisi sulit menemukannya. Korban pertama yang diperlihatkan dalam film ini adalah Georgie. Ketika hujan lebat, Georgie meminta kakaknya, Bill untuk membuatkan perahu kertas. Bill merancangnya demi adik tersayangnya itu. Senang tak kepalang, Georgie sendirian ke luar rumah,  melayarkan perahu kertasnya di pinggir jalan berarus air hujan. Bill tak bisa mendampinginya karena sedang sakit.

Namun, ketika perahu kecilnya itu masuk ke  lubang gorong-gorong air, Georgie menemukan badut yang menyeringai dari liang itu. Tak lama kemudian, Georgie menghilang. Karena sangat sayang kepada Georgie, sebagai kakak, Bill berupaya menyelidiki kehilangan adiknya itu. Lantas dia bersama teman-temannya, yang sama-sama pencundang di sekolahnya terus menyusuri gorong-gorong hingga jauh dari keramaian. Bill, Ben, Richie, Eddie, Stanley, Mike, dan  Beverly mengalami sejumlah kejadian mengerikan. Rasa takut dan berani dalam diri mereka berkecamuk, apakah akan melanjutkan penyelidikannya terhadap misteri anak-anak yang hilang, atau menyerah karena dianggap misi berbahaya?

Dengan batin galau, mereka akhirnya harus berhadapan dengan sang badut penyebar maut, yang mengaku dirinya bernama Pennywise. Tak pelak, teror badut tersebut membuat Bill cs terpontang-panting cari selamat. Tapi di sisi lain, mereka harus memberanikan diri untuk menghentikan kebengisan Pennywise yang hobi ‘menyantap’ anak-anak. Bagaimanakah Bill cs melawan badut itu? 

Sang sutradara, Andy Muschietti bukanlah sutradara ngetop. Karyanya masih bisa dihitung dengan jari. Namun, dia berhasil menumpahkan skenario film ini jadi ketegangannya yang dinamis. Nggak brutal, tapi bikin sebal. Mata penonton bisa dipaksa merem melek karena atmosfir thriller-nya, yang seringkali mengagetkan.

Tentu saja, yang sosok yang paling berhasil membangun kisah film ini jadi kian kuat dengan adegan teror adalah sang badut itu sendiri, Pennywise. Bill Skarsgard sebagai pelakon Pennywise layak dipuji aktingnya meskipun wajah seutuhnya tak tampak dalam film ini.   

It didominasi pemain ABG berusia 13-17 tahun. Namun bukan berarti layak tonton untuk anak-anak. It masuk kategori film untuk dewasa karena ada adegan kekerasan, kengerian, dan sedikit adegan ciuman.

Formula konflik antartokoh dalam film ini memang standar alias klise. So, abaikan saja soal itu. Cukup tonton saja dengan bekal keberanian melototin adegan-adegan teror diiringi musik, yang mendebarkan jantung. [][teks @yogirudiat | foto New Line Cinema]