}
Posesif: Awalnya Sederhana, Akhirnya Berbahaya
Film

Posesif: Awalnya Sederhana, Akhirnya Berbahaya

by Andiska
Wed, 18-Oct-2017

Variasi garapan film lokal kini mewarnai perfilman Indonesia. Salah satunya film POSESIF besutan sutradara Edwin, produksi Palari Films yang memiliki cerita berbeda dari film drama percintaan remaja biasanya.

Kisah cinta pertama Lala [Putri Marino] seorang atlet loncat indah yang hidupnya jungkir balik setelah bertemu Yudhis [Adipati Dolken], murid baru di sekolahnya. Janji setia Lala untuk Yudhis malah jadi jebakan, cinta Yudhis yang awalnya sederhana dan melindungi ternyata berakhir rumit dan berbahaya.

Sebuah kolaborasi antara sutradara Edwin, penulis cerita Gina S. Noer, serta produser Muhammad Zaidy dan Meiske Taurisia bersinergi menggarap cerita film ini dengan sungguh-sungguh hingga melakukan riset ke beberapa remaja mulai dari siswa SMP/SMA hingga orang dewasa. Kegelisahan remaja menjadi daya tarik bagi Meiske yang sebelumnya sudah banyak memproduseri film-film Edwin.

Saat menjalani riset untuk POSESIF, Mieske menemukan fenomena pacaran, seakan-akan, pacar berhak mengontrol pasangan sepenuhnya. “Banyak dari mereka merasa bahwa rasa kepemilikan adalah aktualisasi dari cinta, makannya kebanyakan dari mereka bersikap posesif,” ungkap Meiske [12/10].

Selain inti cerita yang menarik dan terbilang baru di dunia perfilman Indonesia. Pergolakan batin antartokoh, konflik, dan bagian-bagian dalam film yang memang sengaja diselipkan sebagai cuplikan alur mundur dan maju membuat perasaan penonton terombang ambing dan larut dalam film tersebut.

Lala dan Yudish memang yang paling banyak melakukan kontak baik berupa bahasa maupun fisik, namun pemeran pendukung seperti sahabat Lala, Ayah Lala, dan Ibu Yudish juga sangat berperan dalam film ini dan masing-masing telah memiliki porsinya untuk mengantarkan pesan-pesan tersirat yang berusaha disampaikan lewat adegan dalam film ini.

Pendidikan mengenai hal yang diangkat sebagai inti cerita juga bukan hanya ditujukan pada remaja-remaja milenial yang pada umumnya sudah memiliki pacar, tetapi juga untuk orangtua supaya lebih paham tentang peliknya hubungan percintaan remaja.  

Film POSESIF juga mendapat hadiah berkat kesuksesannya, yakni 10 nominasi Piala Citra di antaranya: Nominasi Film Terbaik, serta Nominasi Pemeran Utama Wanita dan Pria Terbaik. Putri Marino yang menjadi lawan main Adipati Doklen dalam film ini sempat disebut-sebut sebagai bintang baru yang bersinar karena baru pertama kali menjajal layar lebar namun sudah bisa menyabet nominasi sekelas Piala Citra. [][teks @andiskaraf | foto @andiskaraf/Pilari Films]