}
"Kitorang Basudara" di Acara FFI 2017
Film

"Kitorang Basudara" di Acara FFI 2017

by Yogira
Wed, 15-Nov-2017

Festival Film Indonesia [FFI] 2017 di Manado, Sulawesi Utara, [11/11] memang sudah usai. Tapi perhelatan itu menyimpan catatan penting tersendiri untuk tahun berikutnya, bahwa FFI memang seharusnya diselenggarakan secara bergiliran di kota-kota pelosok Nusantara.

Pada FFI 2017, Manado terpilih jadi tuan rumah karena memenuhi kriteria kesiapan dana, dukungan pemerintah setempat, dan tentu saja konsep penyelenggarannya.

Bertempat di Grand Kawanua Convention Center, tamu-tamu dari Jakarta [artis, birokrat, pengusaha, media, dan panitia acara] menyatu dalam keragaman dan nuansa budaya Sulawesi Utara, juga termasuk tamu-tamu dan panitia setempat.

“FFI ini terjauh dari ibukota. Semoga bisa membangun image Indonesia Timur, yang cerah dan menyenangkan. Nggak melulu yang diangkat adalah kemiskinan dan ketertinggalan,” demikian komentar spontan dari Arie Kriting menjelang acara FFI 2017 resmi dibuka.

FFI 2017 bisa terselenggara di Manado karena Pemda Sulawesi Utara memang menginginkannya. Apalagi tahun 2016, Provinsi ini sukses menggelar Apresiasi Film Indonesia [AFI], sebagai pemanasan untuk FFI 2017.




“Pelaksaanaan FFI di daerah akan semakin mengenalkan keragaman budaya daerah, bahkan menjadi jendela bagi masyarakat daerah untuk mengapreasiasi produk budaya anak bangsa,” kata Olly Dondokambey, Gubernur Sulawesi Utara.

Dengan mengambil tema “Beragam Itu Indah, menurut hasil penjuriannya, FFI 2017 mengusung tema keragaman, yang berhubungan dengan isu sosial dan toleransi di Indonesia saat ini. Tak heran, film-film yang masuk nominasi pun tak jauh dari isu tersebut, terutama pada kategori Nominasi Film Cerita Panjang Terbaik, yakni: Cek Toko Sebelah, Kartini, Night Bus, Pengabdi Setan, dan Posesif. Pada penghujung acara, secara mengejutkan, Night Bus akhirnya dinobatkan sebagai Film Terbaik.




“FFI kali ini berbeda dengan penyelenggaran sebelumnya. Tidak hanya platform penjuriannya, tetapi juga lokasi penyelenggaraannya. Perhelatan FFI di luar Jawa menunjukkan bahwa film Indonesia merupakan milik bersama bangsa. Kitorang Basudara. Terimakasih Manado,” kata Muspita Leli Lolang, Ketua Umum Pelaksana FFI.
[][teks @yogirudiat | foto @yogira, @pohanpow]