}
Serba-Serbi FFI 2017 di Manado
Film

Serba-Serbi FFI 2017 di Manado

by Yogira
Wed, 15-Nov-2017

Emang sih jauh dari Jakarta, tapi geliat Manado pada film, oke lho. Sebelum FFI, Manado jadi penyelenggara Apresiasi Film Indonesia 2016.



Semua pemenang FFI 2017 mejeng di depan ruangan ini. Eh, MacroAd LINIKINI ikutan nampang juga ya.



Hmmm…pasangan cantik dan ganteng. Commuters, udah nonton belum akting Putri Marino dan Adipati Dolken pada film Posesif?



Deretan “Srikandi” film Indonesia. Commuters, paling suka yang mana? Tapi jangan pilih cowoknya ya, itu pengusaha lho.



Coba tebak, Dian Sastro cipika-cipiki sama siapa? Pssst, dia pernah meranin Cut Nyak Dhien.



Hhmm….Ini bukan gaya Joko Anwar nakutin orang ya. Justru yang nakutin adalah filmnya, Pengabdi Setan. Hiiiiiii…sereeemm..



Kalau Teletubbies lihat pelukan gini, pasti deh mereka pengin dapet juga piala Citra, yang diberikan oleh Adipati Dolken.



Dengan sungging senyumannya yang manis itu, Putri Marino menerima Piala Citra. Bukan menerima lamaran pencopet di KRL yaa.



"Naik..naik..naik.. bus malam, tinggi-tinggi sekali". Eh, Darius Sinathrya nggak lagi nyanyi, tapi ngomentarin Night Bus sebagai film terbaik.



Selamat ya Rifnu Wikana. Akhirnya perjuanganmu nggak sia-sia jadi Pemeran Utama Pria Terbaik. Traktirannya dong?



"Tak gendong ke mana mana, enak dong mantep dong.." Perkenalkan nama saya Muhammad Adhiyat dapat Piala Citra untuk Pemeran Anak Terbaik.



"Piala ini sangat berharga buat saya. Kalo nggak percaya, Cek Toko Sebelah.” Pantesnya Ernest Prakarsa ngomong gitu ya...