}
Satu Hari Nanti, Film untuk Penonton 21 Tahun ke Atas
Film

Satu Hari Nanti, Film untuk Penonton 21 Tahun ke Atas

by Yogira
Tue, 28-Nov-2017

Rata-rata produser film ketar-ketir ketika mengklasifikasi kategori usia penonton film produksinya untuk didaftarkan ke Lembaga Sensor Film [LSF]. Kebanyakan sih kuatir filmnya tak lulus sensor, tapi di sisi lain mereka ingin tayangan filmnya ditonton sebanyak mungkin.

Tapi kekuatiran itu tidak berlaku bagi rumah produksi Rumah Film dan Evergreen Pictures dalam memproduksi filmnya, yang bertajuk Suatu Hari Nanti. Mereka malah ‘menabalkan’ sendiri bahwa Suatu Hari Nanti untuk target penonton 21 Tahun ke Atas [21+]. Mungkin di mata penonton awam, kategori usia [21+] dianggap ‘tabu’, apalagi yang cenderung berpikir ‘omes’ [otak mesum]. Padahal tidak juga tuh. Malah jadi strategi kreatif untuk menjaring penonton lebih banyak.

Sang produser, Dienan Silmy mengungkapkan, pemilihan rating film 21+ untuk film Suatu Hari Nanti atas dasar permintaannya kepada LSF. Sebab menurutnya, secara konten cerita, drama ber-setting kota Swiss tersebut sesuai dengan usia 21 tahun ke atas.

“Pilihan rating memang sengaja 21 tahun ke atas. Bahkan, saat kami submit ke LSF, kami langsung minta untuk 21+ karena secara konten untuk usia sekitar itu, tidak bisa dikonsumsi untuk 21 tahun ke bawah. Kalau dianalogikan, kita nggak akan mungkin membicarakan obrolan anak SMA di depan anak SD,” ujarnya.

Silmy menambahkan, sebelum memilih rating tersebut, pihaknya telah memiliki hasil riset mendalam. Menurutnya, sesuai data analisa pasar saat ini, brand manager manapun memang sedang selektif market ke arah itu.

“Potensi pemasukan pasar di usia 21-35 sedang naik-naiknya. Mungkin karena mereka sudah bisa di tahap heavy cost,” imbuhnya.

Salman Aristo, sutradara dan penulis skenario film ini menegaskan soal hasil riset itu. Dia dan tim produksinya berani melakoni terobosan dalam memilih rating usia penonton 21+ karena memang penonton film Indonesia berusia 25-38 berada di posisi kedua setelah 18-25.

“Sebenarnya pemilihan 21 tahun bukan tanpa visi, justru berdasar riset penonton Indonesia di tahun 2016, di 16 kota besar, penonton dengan range umur karakter tokoh film ini berada di nomor dua. Beda tipis 2% dengan range 18-25 tahun di nomor pertama. Jadi, ini memiliki pasar yang sangat besar sekali,” jelas Salman.

Artinya, dengan hasil riset itu, Salman ingin menggarap film ini nggak nanggung dilihat dari segmen pasarnya.

“Makanya kami garap pasar dewasa ini, bicara betul-betul tentang mereka, jangan terpancing untuk meleset,” imbuh Salman.

Satu Hari Nanti akan tayang mulai 7 Desember 2017. Kisahnya tentang pilihan dan kegelisahan anak muda dalam membangun sebuah komitmen di Swiss, baik dalam lingkup cinta, keluarga, maupun pekerjaan. Lika-liku pertemanan dan kisah cinta yang kelam tumbuh bersama dalam pencarian makna akan jati diri mereka di negeri orang.

Untuk pemerannya, terpilihlah: Adinia Wirasti [Alya], Ringgo Agus Rachman [Din],  Ayushita [Chorina], Deva Mahenra [Bima], dan Donny Damara [ayah Alya]. [][teks @yogirudiat/PR | foto Rumah Film, Evergreen Pictures]