}
The Commuter: Pencarian Penumpang Penting
Film

The Commuter: Pencarian Penumpang Penting

by Yogira
Tue, 09-Jan-2018

Di dalam gerbong komuter, semua penumpang penting. Semuanya punya hak untuk selamat dan sampai tujuan. Tapi, bagaimana jadinya ketika di dalam rangkaian komuter, ada penumpang yang sangat penting hingga harus dicari oleh penumpang lain dalam permainan berbahaya dan menegangkan?

Jawabannya, kamu harus menonton terlebih dulu film The Commuter. Ide ceritanya unik. Padahal inspirasinya sederhana, cuma berasal dari rutinitas pengguna kereta komuter.

Film ini dibuka dengan menampilkan Michael McCauley [Liam Neeson] dan keluarganya, yang terlihat hidup bahagia menyambut pagi. Michael berangkat kerja sebagai sales asuransi. Setiap pergi-pulang kerja, dia menggunakan kereta komuter. Rutinitasnya ini sudah berjalan 10 tahun.

Namun, pada suatu hari, Michael menerima pemberitahuan buruk dari atasannya. Dia dipecat. Michael pusing tak kepalang. Betapa tidak, usianya sudah 60 tahun. Kemungkinan kecil dia mendapatkan pekerjaan baru lagi. Apalagi, anaknya sudah akan masuk kuliah dan membutuhkan biaya besar.

Dalam suasana bimbang, Michael pulang dari kantornya dan kembali naik komuter. Di sinilah permainan berbahaya bermula. Tiba-tiba ada perempuan, yang mengaku bernama Joanna [Vera Farmiga]. Dia menawarkan tantangan kepada Michael dengan hadiah uang 100 ribu dollar. Joanna meminta Michael untuk menemukan penumpang sangat penting, dengan julukan nama Prynne. Semula Michael menolak karena yakin tak mampu melakukannya. Tapi Joanna seolah memaksanya untuk mengiyakan tantangan tersebut dengan imbalan uang muka.

Joanna segera turun dari komuter. Michael kebingungan untuk mencari Prynne. Bahkan, dia ingin menyerah karena ada kejanggalan yang memaksanya terjebak dalam tantangan itu. Keluarganya terancam. Temannya tewas. Di sisi lain, dia harus segera menemukan Prynne di antara banyak penumpang dalam komuter. Kalau tidak, istri dan anaknya jadi taruhannya. Bagaimana Michael bisa menemukan Prynne? Siapakah sebenarnya Prynne dan mengapa juga penumpang  misterius ini harus ditemukan?

Sutradara Jaume Collet-Serra kembali mempercayakan aktor kawakan Liam Neeson sebagai aktor utama. Keduanya memang pernah berkolaborasi dalam film Unknown. Sebenarnya terasa sekali stereotipe pemeranan Liam Neeson pada film The Commuter dengan film dia sebelumnya, yakni Taken. Ada relasi dirinya antara keluarga dengan keterpaksaan untuk membasmi kejahatan. Bedanya, dalam film Taken, Liam dibikin punya karakter lebih tangguh: Bryan Mills, sedangkan pada film The Commuter, Liam ditampilkan sebagai sosok biasa, yang mulai ringkih, tapi masih bisa berkelahi. Maklum dia mantan anggota kepolisian.

Meski begitu, kelebihan film The Commuter bukanlah karena adanya Liam Neeson, tapi cerita skenarionya yang dieksekusi dengan baik. Film ini berhasil menyuguhkan ketegangan secara bertahap sejak tokoh Michael McCauley terjebak pada tantangan berbahaya di dalam gerbong komuter. Pergulatan psikologis dan kecurigaan Michael terhadap sejumlah penumpang membuahkan rentetan konflik yang menegangkan. Belum lagi, para penjahat yang ‘mengawasi’ Michael di luar komuter kian memperteguh ketegangan film ini.

Secara teknis filmis, layak diacungi jempol pada penataan sound editing dan sound mixing untuk adegan klimaks cerita film ini ketika kereta komuter meluncur deras dan akhirnya berantakan nyaris merengut nyawa para penumpang. Idealnya sih, sound editing dan sound mixing film The Commuter layak masuk nominasi Oscar 2018.

Nah, kamu Commuters, yang ingin membayangkan ketegangan dan sensasi action dalam rangkaian kereta komuter, film ini layak sekali jadi pilihan tontonan. [][teks yogirudiat | foto Ombra Films, StudioCanal]