}
Darkest Hour: Winston Churchill di Perang Dunia II
Film

Darkest Hour: Winston Churchill di Perang Dunia II

by Yogira
Mon, 15-Jan-2018

Pada Perang Dunia II, Adolf Hitler yang memimpin tentara Nazi Jerman merajalela ingin menguasai Eropa. Inggris menjadi salah satu negara yang terancam. Untung saja, Perdana Menteri Inggris Winston Churchill mampu mempengaruhi negeri Sekutu.

Berkat kebijakannya yang tegas dan berani, lewat orasi mumpuni, Winston Churchill mampu memenangkan Inggris dari kekalahan Nazi.

Ringkasan momen-momen penting itu tergambarkan dalam film drama sejarah, Darkest Hour yang tokoh utama, Winston Churchill. Dalam film besutan Joe Wright itu, ceritanya Winston Churchill baru diangkat jadi Perdana Menteri Inggris.

Gayanya yang rada slengean, humoris, dan gampang naik pitam membuat kebijakan Winston banyak yang menentangnya. Namun pada detik-detik terakhir, ketika negara Inggris genting, pidato Winston mampu menggugah parlemen Inggris. Dia begitu briliian ‘menyihir’ anggota parlemen dengan kata-katanya yang menggugah dan berapi-api meski dia sebenarnya seringkali  gugup juga kala mengungkap kata.

Pemeranan negarawan Inggris itu berhasil dimainkan oleh Gary Oldman. Bahkan dia menang Golden Globe untuk aktingnya ini. Naga-naganya, Oldman  dijagokan pula pada ajang Oscar 2018 sebagai aktor utama terbaik. Pemain watak asal Inggris ini memang selalu berhasil memainkan peran apapun dalam film-filmnya.  Pada film Darkest Hour, gestur tubuh, mimik wajah, dan cara bicara Oldman benar-benar mirip Winston Churchill nyata. Layak diapreasiasi set make up pada dirinya.

Meski mengangkat Perang Dunia II, film Darkest Hour hanya secuil adegan yang menyiratkan suasana perang secara fisik. Tapi film ini menarik karena ada benang merahnya dengan pengisahan film Dunkirk arahan Christopher Nolan, yang diangkat dari kisah nyata pula.

Nah, kamu  yang ingin tahu hubungan kisah sejarah film Dunkirk dengan Darkest Hour, tonton saja kedua filmnya. Di situlah Winston Churchill punya pengaruh besar sehingga Inggris berjaya pada Perang Dunia ke-2. [][teks yogirudiat | foto  Perfect World Pictures Working Title Films]