}
Silariang: Cinta Yang [Tak] Direstui
Film

Silariang: Cinta Yang [Tak] Direstui

by Hagi
Thu, 18-Jan-2018

Tersebutlah kisah cinta Yusuf dan Zulaikha. Keduanya muda, saling cinta, dan bersepakat untuk bersama mengarungi samudera rumahtangga. Tapi adat menghalangi mereka. Zulaikha bergelar bangsawan Bugis-Makassar. Sementara Yusuf dari kalangan biasa. Meski orangtua Yusuf kaya raya, kedudukan mereka tetap tak sepadan di mata adat.

Benar saja. Saat keluarga Yusuf datang untuk meminang, keluarga Zulaikha menolak lamaran itu. Hancur luluh hati Zulaikha, karena ibu dan pamannya tak merestui hubungannya dengan Yusuf. Usahanya meratap kepada sang ibu, tak juga mengubah keputusan. Adat harus ditegakkan.

Berbekal cinta, mereka memutuskan kawin lari, atau dalam bahasa setempat disebut silariang. Awalnya Zulaikha ragu, karena silariang berisiko mereka jadi buronan keluarganya. Selain itu, keduanya harus meninggalkan segala kemewahan yang selama ini mereka miliki. Tapi karena Yusuf meyakinkannya, mereka sepakat untuk segera pindah dan menikah. Suami istri baru ini lalu menetap di Rammang-rammang, satu lokasi terpencil yang berada di Desa Salenrang, Kecamatan Bontoa, Maros.

Mengetahui Zulaikha pergi bersama Yusuf, keluarganya berang. Paman Zulaikha lalu menugaskan anak buahnya untuk memburu dan menghabisi Yusuf. Berhasilkah pasangan kawin lari itu menyelamatkan diri? Akankah cinta mereka direstui?


Film Silariang: Cinta Yang [Tak] Direstui ini menampilkan Bisma Karisma, Andania Suri, Dewi Irawan, Sese Lawing, dan sejumlah aktor dan aktris pendukung asli Makassar. Besutan sutradara Wisnu Adi ini juga dibuatkan novel berjudul sama karya Oka Aurora. Menurut produser Ichwan Persada, pembuatan novel ini sebagai daya tarik untuk generasi muda menyukai kembali budaya membaca yang kian luntur di kalangan kaum millennials.

Sejak awal film, penonton sudah dibawa ke masalah percintaan yang rumit. Aura kebimbangan langsung terasa. Dari sisi penyutradaraan, film yang syutingnya dilakukan di Maros, Pangkep, dan Makassar ini terbilang cukup baik. Lanskap kota Makassar dan keindahan Rammang-rammang terlihat amat cantik dan memikat. Selain itu, chemistry antara Bisma dan Andania juga patut diacungi jempol. Sebagai pemuda asli Bandung, Bisma harus belajar keras untuk menguasai dialek Makassar, juga memahami adat istiadat dan budayanya. Dan meski terlihat sedikit kedodoran di penguasaan karakter, ia tetap bisa menampilkan sosok Yusuf yang tegar dan melindungi istrinya.

Silariang: Cinta Yang [Tak] Direstui adalah film fiksi ketiga yang dibesut Wisnu Adi. Sebelumnya ia juga berkolaborasi dengan Ichwan Persada dalam film Miracle: Jatuh dari Surga [2015] dan film dokumenter Cerita di Tapal Batas yang beroleh nominasi dokumenter terbaik dalam Festival Film Indonesia 2011.

Biar Commuters tidak salah informasi, ada dua film yang menggunakan judul Silariang. Satu yang diproduksi Ichwan Persada bertajuk lengkap Silariang: Cinta Yang [Tak] Direstui, sementara yang satu lagi, Silariang, produksi Rere Art2Tonic yang juga sesama asal Makassar. Keduanya membahas --tentu saja-- soal kawin lari.

Film yang mengiris-iris hati ini juga dihiasi original soundtrack dengan theme song bertitel “Meski Kau Tak Ingin” yang dibawakan Musikimia. Tak ketinggalan, scoring yang digarap Nadya Fatira akan membuat perasaan penonton terbang dan menikmati keindahan panorama Sulawesi Selatan.

Nah, jika Commuters belum punya pilihan film untuk akhir minggu ini, Silariang: Cinta Yang [Tak] Direstui bisa jadi opsi. Film yang mengangkat adat istiadat daerah ini akan memberikan angin segar dengan memperlihatkan sejumlah nilai-nilai budaya yang baik yang bisa ditiru. Dan sedikit menyitir ucapan mendiang ayah Zulaikha, “Adat dibuat untuk kebaikan manusia.” Selamat menonton, Commuters. [][teks @hagihagoromo | foto Indonesia Sinema Persada]