}
Den of Thieves: Gaya Berandal Polisi vs Perampok
Film

Den of Thieves: Gaya Berandal Polisi vs Perampok

by Yogira
Wed, 07-Feb-2018

Berandal artinya, orang yang tak menuruti peraturan lazim, yang berlaku seara umum. Dalam dunia kriminal, berandal biasanya tersemat pada penjahat. Tapi tentu saja tak melulu begitu. Malah dalam film Den of Thieves, gaya berandal melekat juga pada polisi.

Jadi cerita unik ketika karakter polisi tampil selengengan seperti preman harus menumpas para perampok, yang berwatak keras dan tampak berandal pula. Yup, Den of Thieves mengisahkan perseteruan sekelompok elit polisi bergaya berantakan versus para perampok ulung, yang jago jotos dan lihai menggunakan senjata api.

Nick "Big Nick" O'Brien [Gerard Butler] memimpin rekan-rekannya untuk mengendus sekaligus menciduk para perampok bank, yang memakan nyawa polisi. Dalam penyelidikannya, Nick dkk berhasil mengungkap bahwa dalang perampokan itu adalah Ray Merrimen [Pablo Schreiber]. Sekeluar dari penjara, Ray tak kapok. Dia mengumpulkan rekan-rekannya demi merampok lagi. Tak tanggung-tanggung, targetnya adalah bank sentral dengan keamanan super ketat. Ray cs berembug guna merampok bank tersebut dengan cara cerdas namun riskan.

Nick mencium gelagat Ray berminggu-minggu melalui interogasi terhadap Donnie Wilson [O'Shea Jackson Jr.], yang dipercaya Ray sebagai pengemudi andal. Dari Donnie lah, Nick bisa mengumpulkan data, yang bisa memperlancar penangkapan Ray cs ketika merampok bank. Namun upaya Nick dkk gagal. Para polisi ini dikelabuhi Ray Cs dengan cara cerdik. Bagaimana Ray bisa menipu Nick dan polisi lainnya?

Keunggulan film ini bukan pada action-nya yang bertabur dar-der-dor senjata beraneka rupa, melainkan pada gagasan ceritanya. Dalam film-film action kriminal pada umumnya, polisi kerapkali kelihatan stereotipe dengan seragam khasnya, plus meraungkan sirine. Tapi pada Den of Thieves, karakter polisi utama yang menyemat pada diri Nick terlihat berbeda. Meskipun bertampang bengal dan brewokan, Nick adalah sosok penyayang keluarga. Saking sayangnya, dia menangis tersedu-sedu ketika kehidupan rumahtangganya berantakan.

Kondisi psikologis Nick tersebut jadi penguat konflik tindak tanduk tugasnya untuk melawan residivis sekelas Ray. Konflik kian kuat ketika sebelum terjadi klimaks action pada akhir cerita, Nick bertatap muka dan berbasa-basi secara ‘dingin’ dengan Ray tanpa kekerasan fisik, tapi masing-masing seperti menyimpan ‘bom waktu’ yang akan meledak hingga berakhir pada pertumpahan darah.

Gaya konflik Den of Thieves memang jadi menggemaskan. Penonton jadi berdebar-debar menunggu perseteruan dua belah pihak yang bertikai. Penyampaian konflik ini pun bukan sesuatu hal yang baru dalam film. Dua aktor watak Al Pacino dan Robert de Niro pernah menghidangkan konflik seperti dalam film Den of Thieves. Al Pacino sebagai polisi malah satu meja makan dan mengobrol dengan penjahat incarannya yang diperankan de Niro. Pertemuan dua tokoh tersebut menjadi keunggulan konflik tersendiri bagi film Heat, garapan Michael Mann, yang rilis tahun 1995. 

Nah, kamu ingin menonton film bergaya kriminal dengan perpektif berbeda, Den of Thieves bisa jadi pilihan. Segera saja bergegas ke bioskop Cinemaxx. [][teks yogirudiat | foto Diamond Film Productions, Tooley Productions]