}
24 Hours to Live: Dendam Menjelang Ajal
Film

24 Hours to Live: Dendam Menjelang Ajal

by Yogira
Thu, 15-Feb-2018

Banyak film action yang mengumbar dendam. Tapi hanya sedikit yang mengangkat tokoh utamanya punya sisa hidup kurang dari 24 jam.

Kisah film 24 Hours to Live tentang seorang pembunuh bayaran bernama Travis. Dia terlibat adu tembak dengan Interpol perempuan asal Hongkong. Travis tertembus peluru. Hidupnya sekarat. Lalu dia menjalani operasi regeneratif hingga jatah hidupnya cuma 24 jam.

Pada waktu yang singkat itu, Travis mencoba membongkar kejahatan sahabat dan mantan bossnya.

Dia sendirian menyatroni markas penjahat. Travis ingin membuktikan diri sudah pensiun sebagai pembunuh bayaran demi ketenangan jiwanya. Mengapa Travis ingin balas dendam? Siapakah yang mengilhaminya insyaf sebagai pembunuh dan berani menyerang banyak penjahat?

Ide cerita 24 Hours to Live lumayan menarik. Meski begitu, gagasan kisahnya bukan yang baru. Film Short Time [1990] bergagasan serupa. Cuma pada film Short Time tokoh utamanya polisi, yang hidupnya sudah diperkirakan tak lama lagi. Maka dia pun selalu nekad untuk menumpas para penjahat.

Ethan Hawke sang pemeran Travis kembali menampilkan paras pucat karena sakit, ekspresinya mirip pada film The Magnificent Seven.

Memang menu action film ini nggak istimewa. Dar der dor adu tembak standar film Hollywood. Kelebihannya cuma pada karakter pemainnya.

24 Hours to Live film action berbumbu drama menyentuh. Seburuk-buruknya pembunuh tetap saja dia mencintai keluarganya. [][teks yogirudiat | foto Thunder Road Pictures, Fundamental Films]