}
Black Panther: Superhero asal Wakanda
Film

Black Panther: Superhero asal Wakanda

by Yogira
Fri, 16-Feb-2018

Marvel Studios kembali memamerkan karakternya di layar sinema. Kali ini adalah Black Panther. Dia adalah sosok superhero asal negeri Wakanda Afrika, yang nama aslinya adalah T’Challa [Chadwick Boseman].  Dia lah raja yang baru naik tahta sepeninggal ayahnya.

Kemunculan film Black Panther yang dikemas dalam produksi film seolah jadi pembeda film Marvel lainnya. Pengaruh utamanya adalah eksotika budaya Afrika yang melebur dengan kecanggihan teknologi di negeri Wakanda. Sang sutradara, Ryan Coogler berhasil menampilkannya dengan cermat dalam rangkaian gambar bertabur special effect CGI.

Kisahnya dimulai dengan penggambaran sekilas sejarah terbentuknya negeri dan bangsa Wakanda. Secara turun temurun, Wakanda dipimpin oleh raja, yang punya kekuatan super karena pengaruh logam vibranium dari luar angkasa. Berkat energi vibranium, Wakanda jadi negeri yang maju meski mengisolasikan diri dari dunia.

T'Challa, yang baru dinobatkan sebagai raja Wakanda menghadapi tantangan sekaligus ancaman dari penjahat bernama Ulysses Klaue [Andy Serkis] dan Erik Killmonger [Michael B. Jordan]. Bersama anak buahnya, mereka mencuri artefak yang mengandung energi vibranium. T’Challa berupaya menangkap Klaue di Busan Korea Selatan. Kejar-kejaran mobil pun terjadi. Klaue bisa ditangkap dan diinterograsi Everett K. Ross [Martin Freeman]. Namun dia bisa lolos oleh bantuan Erik.

T'Challa kembali ke Wakanda. Namun ancaman lebih berat mendatanginya. Erik tiba-tiba bisa masuk wilayah Wakanda. Bahkan dia menantang T’Challa dalam pertarungan duel mematikan. Siapakah sebenarnya Erik? Bagaimana T’Challa bisa mempertahankan kekuatannya sebagai Black Panther?

Dengan durasi lumayan panjang, 2 jam 14 menit, penonton tidak akan merasa bosan mengikuti jalan cerita film ini. Tak terlalu rumit untuk dicerna. Bagusnya lagi film ini menyelipkan plot flashback yang menggugah dan tak terduga. Ilustrasi musik yang unik dan tata artistik yang cantik sekali lagi jadi pembeda dengan film karakter kreasi Marvel Comics lainnya. Penonton akan terbawa ke negeri dongeng di Afrika, tapi bisa menikmati juga adegan-adegan action di kota Busan Korea. Bumbu dramatik antarpemain pun tak berlebihan. Jadinya, film ini hidangannya pas sebagai film action petulangan.

Keberhasilan Black Panther adalah kasting para pemainnya. Selain Chadwick Boseman sebagai tokoh utama, patut diacungi jempol juga kasting karakter tengil Erik, yang diperankan Michael B. Jordan. Aktor ini berhasil menitiskan sifat antagonis pada sosok Erik, yang menyimpan dendam kesumat.  Jangan lupakan juga aktor lainnya yang sudah ternama, seperti: Lupita Lupita Nyong'o sebagai Nakia, Angela Bassett [Ramonda], dan tentu saja Andy Serkis [Ulysses Klaue].

Kabarnya Black Panther akan beraksi lagi dalam film Marvel Studios berikutnya, berjudul Avengers: Infinity War [rilis Mei 2018]. Nah, tonton dulu film Black Panther sebelum kamu menunggu kedahsyatan  aksi sekutu para superhero pada Infinity War.  Sepertinya, akan ada benang merah cerita pada Black Panther dengan Infinity War. Tunggu saja tanggal mainnya. [][teks yogirudiat | foto Marvel Studios]