}
Lady Bird: Cinta dan Benci Jadi Satu
Film

Lady Bird: Cinta dan Benci Jadi Satu

by Hagi
Fri, 23-Feb-2018

Setiap keluarga punya drama sendiri-sendiri. Nggak percaya? Di sini Commuters ada yang punya anak remaja? Atau mungkin malah masih sedang dalan usia peralihan itu? Jika ya, maka coba tonton Lady Bird besutan Greta Gerwig, deh.

Greta Gerwig adalah aktris Amerika kelahiran 4 Agustus 1983. Ia bermain untuk beberapa film layar lebar dan pertunjukan drama. Ia juga menulis naskah dan memproduseri sejumlah film. Di Lady Bird, ia merangkap peran, sebagai penulis naskah tunggal, merangkap sutradara.

Film ini berkisah tentang Christine “Lady Bird” McPherson [Saoirse Ronan], remaja usia SMA di Sacramento. Ibunya, Marion McPherson [Laurie Metcalf], dan ayahnya, Larry McPherson [Tracy Letts], adalah dua orangtua yang punya karakter bertolak belakang. Marion memberlakukan aturan ketat ke anak bungsunya itu, sementara Larry lebih lunak. Paduan unik untuk Lady Bird yang masih mencari identitas diri.

Dari mana asal nama Lady Bird? Wah, itu sih, Christine aja yang pengin semua orang memanggilnya begitu. Ia bersekolah di sekolah Katolik, dan bersahabat dengan Julie Steffans [Beanie Feldstein]. Sekolah ini sebenarnya menyenangkan. Tapi Lady Bird bosan di sana. Ia ingin hidupnya lebih berwarna. Sementara kondisi keluarganya sedang tak memungkinkan mereka untuk menyekolahkannya ke New York, sesuai keinginan Lady Bird. Lagi pula, saat itu, tahun 2002, cuma lewat setahun dari kejadian 9/11 yang menghantam Amerika Serikat. Tentu saja sang ibu dengan keras melarang keinginan Lady Bird.

Lady Bird dan Marion bak kucing dan anjing. Di mana-mana mereka acap bersitegang. Ibu yang terlalu strict. Dan anak gadis yang pemberontak. Keluarga itu tak pernah sepi dari perdebatan. Di sekolah, Lady Bird bertemu Danny O’Neill [Lucas Hedges] di kelas drama.

Ia tertarik. Dan sepertinya Danny pun begitu. Jadilah mereka pacaran. Lady Bird amat bahagia, sampai ia menemukan kenyataan pahit. Ia pun patah hati. Lalu ia mencoba bergaul dengan Jenna Walton [Odeya Rush], murid jetset yang gayanya selangit. Pacarannya pun sudah seperti orang dewasa. Pacar Jenna punya teman, pemain band, dengan gaya yang keren. Namanya Kyle Scheible [Timothée Chalamet]. Lady Bird suka, dan mereka pun mulai menjalin kisah asmara. Hubungan ini menjauhkan Lady Bird dengan Julie.

Di sisi lain, Lady Bird harus berjuang keras untuk bisa memperoleh nilai yang baik agar bisa diterima di universitas yang ia mau. Tentu saja, ia harus kucing-kucingan dengan sang ibu. Untungnya, ayah Lady Bird mendukungnya. Lalu, berhasilkah ia mendapatkan sekolah yang ia cita-citakan? Bagaimana hubungannya dengan Kyle, Julie, dan terutama dengan sang ibu?

Menonton film ini, rasanya nggak bakal bikin bosan. Scene demi scene mengajak kita menyelami perasaan sang anak, juga sang ibu. Agak beda dengan Dilan 1990, tentu saja. Tapi Gerwig berhasil mengangkat problematika hubungan remaja dan orangtua yang rapuh di satu sisi, tapi juga kuat di sisi lain. Boleh jadi, Gerwig banyak memasukkan pengalaman pribadinya, karena ia juga berasal dari Sacramento dan banyak mengikuti kelas drama. Akting Ronan dan Metcalf sangat menyentuh. Walau drama, tapi banyak juga adegan konyol yang tersebar di seluruh film. Favorit saya saat Lady Bird lompat dari mobil yang tengah melaju.

Dan kenapa saya menyarankan Commuters buat nonton film ini? Nih ya, Lady Bird sudah dinominasikan untuk 5 kategori film pada Academy Arwards ke-90 yang akan dihelat pada 4 Maret 2018 ini. Sebagai nominasi Film Terbaik [Scott Rudin, Eli Bush, Evelyn O'Neill], Aktris Terbaik [Saoirse Ronan], Aktris Pendukung Terbaik [Laurie Metcalf], Sutradara Terbaik [Greta Gerwig], dan Naskah Asli Terbaik [Greta Gerwig]. Tuh, kurang apa lagi? Minimal, dengan nonton film ini, kita bisa bercermin, dengan kehidupan kita sendiri. Ya kan? [][teks @hagihagoromo | foto UIP]