}
OBSAT ke-200: Gairah Perfilman Indonesia
Film

OBSAT ke-200: Gairah Perfilman Indonesia

by Intern
Wed, 28-Feb-2018

Obsat merupakan salah satu program diskusi rutin dari situs berita Beritagar.id. Acara ini menjadi wadah diskusi untuk membahas peristiwa aktual yang sedang terjadi di Indonesia bersama narasumber yang kompeten di bidangnya.

Obsat, awalnya adalah abreviasi "Obrolan Langsat”. Obsat tetap diselenggarakan dengan gaya khas, santai, akrab, dan membumi, sama seperti pada saat diadakan di Jalan Langsat, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Pada edisi ke-200 kali ini, Obsat membahas visi, harapan, dan usaha yang terus dilakukan para filmmaker serta dukungan eksibitor untuk terus membuat film Indonesia yang semakin beragam dan berkualitas, dengan menghadirkan beberapa narasumber, yaitu Catherine Keng [Corporate Secretary Cinema 21], Sheila Timothy [CEO Lifelike Pictures], Angga Dwimas Sasongko [CEO Visinema Group] . Mereka akan mengulik banyak informasi mengenai film Indonesia.

"Film Indonesia semakin bergairah dengan melebarnya ekosistem film di kanal-kanal distribusi digital seperti teve streaming sehingga industri film lagi seksi-seksinya," ujar Angga membuka pembahasan mengenai perfilman Indonesia.

Semakin berjalannya waktu, kini film Indonesia dapat diperhitungkan dan bisa mulai bersaing dengan film-film luar negeri. Sheila Timothy yang biasa dikenal dengan Lala ini menjelaskan bahwa market film Indonesia semakin beragam, mulai dari mayoritas pecinta film genre umum hingga genre yang niche sehingga makin banyak filmmaker yang bisa mengeksplorasi beragam cerita.

Sebagai eksibitor, menurut Catherine Keng, peta perkembangan film di Indonesia semakin positif. "Berdasarkan data Cinema 21, di tahun 2016 film Indonesia mulai bergairah. Market share film Indonesia di mancanegara menduduki peringkat 9 dunia dengan ranking 35%," tutur Catherine.

Sebagai narasumber, Lala dan Angga adalah produser dan sutradara dari film Wiro Sableng  yang sepakat bahwa film Indonesia pada 2 tahun terakhir mengalami perubahan yang cukup pesat.

"Peran IP [Intellectual Property] hingga kesuksesan dalam menggaet 20thCentury Fox untuk investasi dan co-production Wiro Sableng menjadi salah satu contoh bahwa film Indonesia pun dapat menjadi film yang patut dibanggakan.

Sedikit bocoran dari Angga, Wiro Sableng akan tayang di bioskop pada September 2018. 

"Bagi kami [@cinema21] setiap bulan kami memiliki target untuk film yang akan menjadi "Something Big", dan Wiro Sableng adalah jagoan kami pada September 2018," jelas Catherine Keng. [][teks @syahrima | foto @ga_angga]