}
Red Sparrow: Agen Rahasia Penggoda
Film

Red Sparrow: Agen Rahasia Penggoda

by Yogira
Fri, 02-Mar-2018

Banyak film tentang agen rahasia. Rata-rata mereka lihai nembak dan jago berlaga. Tapi dalam Red Sparrow, agen rahasianya seperti pembeda. Dia lebih piawai merayu lelaki.

Jennifer Lawrence musti berperan jadi agen rahasia penggoda. Melakoni tokoh Dominika Egorova, dia terpaksa harus menerima tawaran agen rahasia, yang dipersiapkan KBG Rusia guna membongkar rahasia pemerintah Amerika.

Sebelumnya, Egorova adalah penari balet profesional. Karena kakinya patah ketika pentas, Egorova pensiun sebagai ballerina. Egorova galau tak karuan. Pada saat mentalnya terpuruk, sang paman, Ivan Egorov [Matthias Schoenaerts] memaksanya untuk bergabung dengan KGB. Egorova menunaikan misi berat, mengorbankan tubuhnya untuk negara demi mencuri informasi rahasia dari CIA, melalui anggotanya, Nathaniel "Nate" Nash [Joel Edgerton].

Egorova mampu melibatkan diri dalam kehidupan Nate. Bahkan keduanya bermain skandal. Anggota KGB mengendus pengkhiatan Egorova. Tentu saja, Si cantik ini berkelit. Meski dipaksa mengaku dengan interogasi sadis, Egorova tetap bertahan pada pendiriannya, hingga akhirnya dia bebas dari maut. Lantas bagaimana Egorova sebagai Red Sparrow bisa mengatasi ancaman berbahaya dari KGB sekaligus CIA?

Film ini berdasarkan novel dengan judul sama. Pengarangnya Jason Matthews, mantan anggota CIA. So, nggak heran, ketika Red Sparrow berubah dalam format film, intrik dan thriller psikologisnya kian terasa dengan penggambaran situasional pada sejumlah adegan. Lewat visualisasi film, tokoh utama Egorova seolah-olah bukan tokoh rekaan. Seperti nyata bahwa dia agen rahasia sungguhan. Layak diacungi jempol totalitas akting Jennifer Lawrence. Menurut kabar yang beredar, dia nyaris membatalkan tawaran peran Egorova karena ada adegan tanpa busana. Tapi setelah dipertimbangkan dengan persyaratan tertentu, Jennifer akhirnya berani berakting seperti itu.

Meskipun Red Sparrow tampak sekali mengandalkan popularitas Jennifer Lawrence, toh tujuan film ini tak menjual seksualitas murahan. Itu sekadar penunjang cerita agar kesan riskan jadi agen rahasia lebih terasa.

Sang sutradara, Francis Lawrence memang sebelumnya sudah berkolaborasi dengan Jennifer Lawrence dalam film tiga seri terakhir The Hunger Games. Maka, tak heran, keduanya boleh dibilang berhasil menuangkan film Red Sparrow dengan kekuatan akting tokoh utamanya. Sebagai bonus, film ini menampilkan aktor kawakan Jeremy Irons, yang berperan sebagai Jenderal Korchnoi.

Menyusuri jalan ceritanya, Red Sparrow agak sulit dicerna. Dialognya syarat bahasa intelejen. Meski begitu, penonton akan mengais pencerahan intelektualitas pada akhir cerita film dengan plot flashback. Semacam pembuktian bahwa Red Sparrow adalah agen rahasia sangat cerdas.

Nah, kamu yang sudah berusia dewasa di atas 21 tahun, film ini boleh lah ditonton. Tapi ingat, jangan sampai ngajak anak di bawah umur ya. [][teks yogirudiat | foto Chernin Entertainment]