}
Trio Psikopat Bertopeng, The Stranger: Prey at Night
Film

Trio Psikopat Bertopeng, The Stranger: Prey at Night

by Andiska
Wed, 21-Mar-2018

Sosok trio psikopat bertopeng dalam The Strangers sudah dikenal sebagai karakter yang diciptakan Bryan Bertino berdasarkan pengalaman nyata yang ia alami kemudian difilmkan pada tahun 2008, The Stranger. Sepuluh tahun berlalu, kisah sekuel trio pembunuh super sadis ini telah rampung digarap sutradara Johannes Roberts bersama Aviron Picture dengan judul The Strangers: Prey at Night.

Di film kedua, Dollface, Pin Up Girl, dan Man in the Mask mengalami peningkatan level, karena korbannya lebih banyak. Masih dengan konsep pembunuhan tanpa motif. Mereka bertiga pergi ke sebuah penginapan container untuk beraksi bersama.

Kesadisan mereka sudah diperlihatkan terang-terangan di awal film. Adegan pembunuhan dan teror yang merenggut dua nyawa sekaligus menjadi pembuka film ini.

Kisah pun berlanjut. Datanglah sebuah keluarga yang ingin singgah sejenak di penginapan container tersebut sebelum melanjutkan perjalanan liburannya. Keluarga beranggotakan 4 orang ini ialah Cindy [Christina Hendricks], Mike [Martin Henderson], Kinsey [Bailee Madison], dan Luke [Lewis Pullman].

Awalnya, tak ada yang janggal dalam penginapan itu. Kinsey dan Luke yang tidak terlalu dekat dengan kedua orangtuanya pergi meninggalkan container untuk menikmati malam. Kemudian sesosok wanita datang dan menanyakan sebuah nama tak dikenal. Di sinilah awal mula teror trio psikopat yang membuat perjalan mereka menjadi sangat mistis.

Cindy yang kuatir dengan kedua anaknya kemudian mencari Luke dan Kinsey dengan suaminya hingga mereka berempat bertemu, kemudian memutuskan untuk berpencar menjadi 2 kubu dan menyelidiki hal-hal janggal yang terjadi. Tapi siapa sangka, rencana mereka gagal total. Trio psikopat ternyata sudah lebih dulu mematangkan rencana pembunuhan.

Film ini masih mengadopsi beberapa adegan dari film sebelumnya, seperti membunuh dengan beberapa kali tusukan dan pembunuhan perlahan dengan menyakiti korban di depan korban lainnya. Hal ini mungkin sengaja dilakukan supaya penonton merasakan kembali kesadisan mereka serta memperkenalkan ulang sosok The Stranger bagi yang baru pertama kali menonton.

Luke dan Kinsey kemudian bertemu dan berjanji untuk saling menjaga hingga akhir hidup mereka. Karena terus menerus dikejar-kejar psikopat, akhirnya mereka berdua melakukan hal yang tak pernah mereka bayangkan sebelumnya.

Secara keseluruhan, The Stranger: Pray at Night adalah film yang hanya menekankan teror mental dibanding ceritanya. Walaupun tidak memiliki makna atau pesan di dalamnya, tetapi bagi penggemar film bergenre horor thriller, film ini patut dijadikan pilihan karena ketegangan yang terus meningkat di dalamnya bisa jadi tantangan sekaligus hiburan. [][teks @andiskaraf | foto Aviron Pictures]