}
A Quiet Place: Berisik Memancing Teror
Film

A Quiet Place: Berisik Memancing Teror

by Yogira
Tue, 03-Apr-2018

“Ssttt…jangan berisik, ada ujian.” Kalimat ini sudah lumrah kita dengar dan pastinya nggak akan mengancam nyawa. Berbeda kalau kalimatnya begini, “Sstt…jangan berisik, ada monster!” Ini akan jadi kalimat serius, apalagi kalau monsternya amat mengerikan sekaligus begitu enteng mengobral maut. Tak percaya? Tonton saja film A Quiet Place. Karya sutradara John Krasinski ini ide ceritanya brilian meski dari sisi budget bukanlah film mahal. Pemain utamanya hanya empat orang, plus dua pemain pendukung.

Kisahnya tentang keluarga yang harus mempertahankan nyawanya dari teror monster ganas bin aneh. Makhluk ini punya pendengaran sangat sensitif. Kalau mendengar suara keras, dia akan menghampiri suara itu dan menghancurkannya secepat kilat. Karena itulah, suami-istri Lee [John Kransinski] dan Evelyn [Emily Blunt] harus benar-benar melindungi diri dan dua anaknya yang tersisa, Marcus Abbott [Noah Jupe] dan Regan Abbott [Millicent Simmonds] agar selamat dari teror makhluk itu, apalagi anak bungsunya sudah dimangsa terlebih dulu.

Keluarga Lee harus berjuang keras tidak mengeluarkan suara keras, apalagi berisik yang terus menerus. Kalau tidak begitu, ya tamatlah riwayat mereka. Lee sekeluarga sebisa mungkin cari solusi agar terhindar dari makhluk buruk rupa itu. Namun belum juga membuahkan hasil. Ini yang membuat Regan pesimis. Dia malah berontak kepada ayahnya, yang dianggap tak becus cari solusi. 

Potensi ancaman teror kian kentara ketika Evelyn hamil. Nah, kalau dia melahirkan bayi terus menangis, pastinya sang monster akan menyerangnya. Bagaimana mereka bisa lepas dari ancaman teror monster bertelinga sensitif itu? Ya tonton saja filmnya. Dijamin tegang.

A Quiet Place artinya: “sebuah tempat yang senyap atau sepi”. So, film ini benar-benar memperlihatkan kesenyapan yang artistik, nyaris mendekati film bisu. Tokoh-tokohnya minim bicara. Kalau pun terpaksa harus mengobrol, suaranya jangan berisik, apalagi berteriak. Kondisi inilah yang menjadi pemicu utama ketegangan film ini. Hampir setiap detik, penonton terbawa pada suasana bungkam yang mencekam. Terdengar suara saja sedikit dari audio film, itu jadi pertanda teror psikologis sekaligus pemancing sport jantung. Banyak sekali adegan seperti ini, yang bikin penonton gregetan dan merasa ingin terlibat untuk memberitahu bahwa ada kondisi yang bisa mengeluarkan suara.

Bayangkan, seandainya saja film ini ada adegan salah satu tokohnya biasa tidur ngorok, atau terserang batuk atau bersin, tentu ketegangan akan berlipat-lipat lagi meski terkesan humoris.

Perlu dicatat juga, A Quiet Place mengingatkan kita pada film 10 Cloverfield Lane [2016], yang sama-sama minim pemain juga budget produksi, tapi mampu menggiring penonton pada ketegangan yang tak biasa. Film 10 Cloverfield Lane pun menampilkan monster aneh bin buas, yang berkeliaran di perkebunan dan mengancam penghuni rumah. Ada sedikit adegan pula, yang mengingatkan kita pada film Alien. Pada satu scene, sang makhluk mendekati sang tokoh utama wanita, tapi tak terjadi kontak berujung kematian. Apakah sang sutradara terinspirasi juga adegan ini dari film Alien? Entahlah. Tapi yang penting, A Quiet Place adalah film yang berhasil dari sisi ide cerita film.

Sepertinya, film produser film Indonesia bisa juga menggarap produksi film seperti A Quiet Place. Meski biaya minim, ide ceritanya dahsyat. Kita tunggu saja. [][teks yogirudiat | foto Paramount Pictures]