}
Terbang: Menembus Langit
Film

Terbang: Menembus Langit

by Hagi
Thu, 19-Apr-2018

Lahir dari keluarga sederhana sebagai anak kedelapan dari sembilan bersaudara, membuat kehidupan Onggy Hianata jauh dari kemewahan. Meski berasal dari keturunan Tionghoa, bukan berarti hidupnya serba kecukupan. Ia dan keluarganya tinggal di sebuah rumah mungil di sebuah kampung kecil di Tarakan, Kalimantan Utara. Meski pas-pasan, ayah dan ibunya senantiasa mengajarkan nilai-nilai kehidupan yang baik.

Onggy kecil --yang biasa dipanggil Acun-- rupanya tak hendak berlarut dalam kemiskinan. Ia hendak bersekolah. Jiwanya ingin maju. Ia ingin terbang, menembus langit. Untuk itu, ia berniat meneruskan sekolah di Surabaya. Tapi apa daya, ayahnya tak sanggup menyekolahkannya di kota itu. Apalagi saat sang ayah meninggal, Onggy kian putus asa. Beruntung kakak-kakaknya mau mengusahakan agar Onggy bisa bersekolah di Surabaya.

Di Surabaya, Onggy hidup pas-pasan. Ia kemudian mencoba peruntungan dengan berbisnis kecil-kecilan. Awalnya bisnisnya lancar, tapi kemudian ia ditipu. Tak kapok, Onggy dan teman-teman se-kost-nya kemudian banting setir, berbisnis yang lain, sampai akhirnya ia bisa lulus kuliah. Setelah menikah, dan menjalani jatuh bangun kehidupan, Onggy memutuskan untuk pindah ke Jakarta. Berhasilkah ia terbang, seperti yang dipesankan ayahnya?

Film Terbang: Menembus Langit ini merupakan biopik pertama besutan Fajar Nugros. Ceritanya diangkat dari kisah hidup Onggy Hianata, seorang pengusaha dan motivator sukses asal Tarakan. Pengalaman jatuh bangun yang ia alami hingga mencapai fase hidup saat ini tak lepas dari dukungan sang istri, Candra Dewi.

Peran Onggy dan Candra amat baik dibawakan Dion Wiyoko dan Laura Basuki. Penghayatan karakter dan chemistry di antara keduanya mampu bikin penonton bersimpati kepada kehidupan dua tokoh ini. Dion, yang aktingnya kian moncer di jagat perfilman nasional, mampu mengeluarkan aura pedih tapi tetap tegar yang tercermin dalam figur Onggy. Sementara itu Laura, yang biasa kebagian akting sebagai wanita rapuh namun tetap ulet, berhasil menghidupkan karakter Candra dengan baik.

Meski ceritanya tergolong serius, tapi Fajar Nugros tak hendak membuat film ini jadi terlalu berat. Ia juga menyelipkan beberapa kelucuan di antara Onggy dengan orang-orang di sekitarnya, terutama saat masa-masa awal Onggy tinggal di Surabaya.

Beberapa aktor dan aktris ikut memeriahkan film ini. Sebut saja seperti Baim Wong, Delon Thamrin, Chew Kin Wah, Aline Adita, Melisa Karim, Dinda Hauw, Marcel Darwin, Dayu Wijanto, Indra Jegel, Fajar Nugra, Mamat Alkatiri, dan Erick Estrada. Akting mereka yang cukup baik amat sangat mewarnai film ini.

Commuters, walau tak ada peran yang benar-benar antagonis, kita tetap bisa menarik banyak pesan moral dari film karya Demi Istri Production ini. Antara lain soal keyakinan, perjuangan hidup, tak mudah putus asa, keberagaman, saling dukung antara teman dan keluarga, dan yang tak kalah penting adalah kebersyukuran dan hubungan antara manusia dengan Sang Pencipta. Jadi, buat yang sudah berusia di atas 13 tahun, silakan tonton film ini mulai 19 April, di bioskop ya. [][teks @hagihagoromo | foto Demi Istri Production]