}
Truth or Dare: Permainan Iseng Penular Maut
Film

Truth or Dare: Permainan Iseng Penular Maut

by Yogira
Fri, 04-May-2018

Jelangkung, Ouija, Candy Man, Devil Face adalah contoh permainan mistis yang populer. Katanya sih, setan akan muncul kalau pemainnya menjalani ritual tertentu. Lantas, bagaimana dengan Truth or Dare?

Sebetulnya, permainan ini tak terindikasi adanya pemanggilan arwah atau makhluk astral lainnya. Banyak anak remaja Amerika memainkannya untuk sekadar iseng. Syarat pemainnya minimal dua orang. Masing-masing harus mengajukan pilihan, mau berkata jujur atau mau tantangan. Sederhana ‘kan?

Namun ketika Truth or Dare dikemas ke dalam film ini, permainan iseng tersebut malah mengundang bahaya. Truth or Dare menularkan maut ke siapa saja, yang terlanjur terlibat dalam permainannya.

Ceritanya berawal dari sekelompok remaja yang pelesiran ke Meksiko. Salah satunya, Olivia Barron [Lucy Hale]. Di Meksiko, Olivia berkenalan dengan remaja tampan, bernama Carter. Dia mengajak Olivia dan teman-temannya ke sebuah gereja tua. Di sinilah mereka memulai permainan Truth or Dare.

Mendadak Carter meninggalkan Olivia dkk. Hilang misterius. Sepulang dari Meksiko, kejadian aneh menimpa Olivia dan teman-temannya. Bahkan sebagian tewas mengenaskan. Seolah ada setan yang mengikuti mereka agar terus bermain Truth or Dare. Kalau tidak, ya nyawa taruhannya. Olivia dan teman-temannya yang masih hidup mencari jalan keluar untuk menghentikan permainan Truth or Dare. Bagaimana caranya?

Sang sutradara, Jeff Wadlow berupaya menampilkan ketegangan film ini sebaik mungkin dengan visual effect apa adanya. Nyaris tiada yang istimewa yang memperhebat kengerian pada adegan-adegan penting film ini. Tapi upaya sutradaranya untuk mendebarkan jantung penonton lumayan berhasil dengan konflik psikologi antartokohnya.

Ada adegan yang menarik ketika Olivia kembali ke Meksiko untuk bertemu nenek tua, yang jadi korban selamat dalam pembantaian di gereja. Momen itulah, yang membuat film ini ‘bertenaga’ dalam memulai klimaksnya. Truth or Dare termasuk film horor yang sangat cocok untuk remaja dewasa. Selain ada ketegangan, ada pula konflik dramatik seputar asmara di antara para tokohnya.

Silakan menonton bagi remaja yang sudah berusia 21 tahun ke atas. Syaratnya, harus terbiasa dengan film horor. [][teks yogirudiat | foto Blumhouse Productions]