}
Solo: A Star Wars Story, Kisah Han Solo Muda
Film

Solo: A Star Wars Story, Kisah Han Solo Muda

by Yogira
Wed, 23-May-2018

Banyak sekali karakter dalam serial Star Wars. Han Solo adalah salah satu yang termashyur. Sejak aktor Harrison Ford memerankan tokoh ini dalam film Star Wars terdahulu, praktis nama Han Solo sangatlah penting, boleh dibilang sebanding dengan Darth Vader, Luke Skywalker, Yoda, maupun Obi-Wan Kenobi. So, amatlah wajar bahwa Lucas Film menampilkan Han Solo sebagai prioritas dalam produksi layar lebar. Solo: A Star Wars Story adalah pembuktiannya.

Penekanan pengisahan Han Solo dalam film ini sangat kentara dari kehidupannya semasa remaja, yang masih hijau, nekad, pemberontak, dan keras kepala. Meski begitu Solo sosok yang cerdas, terutama sebagai pilot pesawat. Karakter ini demikian cocok melekat pada pemerannya, Alden Ehrenreich. Dengan senyumannya yang khas, Alden berhasil menjadi penerus Harrison Ford untuk sepak terjang Han Solo pada film Star Wars berikutnya.

Jalan cerita Solo: A Star Wars Story tidaklah istimewa. Tapi ada adegan mengejutkan pada penghujung cerita, yang takkan disangka-sangka penonton, yakni soal menyimpan kepercayaan kepada orang lain. Ini bermula dari pertemuan Solo dengan  Beckett [Woody Harrelson] dan Val [Thandie Newton]. Pasca patah hati karena perpisahannya dengan Qi'ra [Emilia Clarke], Solo ingin jadi pilot pesawat tempur dan ikut berperang. Dia berjanji akan kembali menemukan Qi’ra dengan pesawatnya.

Namun itu tidaklah semudah yang diangankan. Solo malah terjerembab pada rangkaian peristiwa berbahaya, yang intim dengan potensi maut. Dalam perjalanan hidupnya, beruntung dia punya kawan dekat, yakni Chewbacca [Joonas Suotamo], lalu dengan penjudi licik, Lando Calrissian [Donald Glover], yang memiliki pesawat canggih dan legendaris, apalagi kalau bukan Millennium Falcon. Dengan mereka lah, Solo terpaksa mencuri energi coaxium mentah, yang sangat diinginkan penjahat bengis, Dryden Vos [Paul Bettanny]. Lantas, bagaimana upaya Solo keluar dari ancaman Vos? Bagaimana nasib Qi’ra, gadis pujaan hatinya?

Di tangan sutradara Ron Howard, Solo: A Star Wars Story menyajikan aksi petualangan sarat lelucon. Dialog-dialog jenaka terutama antara Solo dengan Chewbacca dan Lando seolah jadi sedikit pembeda dengan serial Star Wars terdahulu. Juga, romantika cinta Solo dan Qi’ra meskipun kelihatan klise, toh bisa jadi penyedap asyik agar film ini tak membosankan.

Untuk sementara, inilah satu-satunya film saga Star Wars, yang disutradarai kaliber pemenang Oscar. Namun Ron Howard, yang sempat sukses membesut film A Beautiful Mind kurang berhasil menghidangkan konflik dramatik juga pengarahan akting pada semua pemainnya. Padahal hubungan karakter antara Solo dengan Beckett bisa diperkuat lagi agar mampu menciptakan situasi lebih emosional. Demikian ketegangan film ini kurang greget kalau mempertimbangkan sisi skenarionya. Penyebab utamanya, mungkin Howard lebih asyik memamerkan special effect, yang jadi menu penting film ini. Padahal hal itu jadi sangat lumrah bagi fans berat Star Wars.

Tapi sebagai film hiburan Solo: A Star Wars Story tetaplah asyik dan ‘ramah’ untuk ditonton. Nah, bagi penggemar film fiksi ilmiah dengan petualangan berlimpah, bergegaslah menonton film ini. Cocok sekali untuk ngabuburit. [][teks @yogirudiat | foto LucasFilm]