}
LINIFIKSI: Puisi Ahmad Radhitya Alam
Film

LINIFIKSI: Puisi Ahmad Radhitya Alam

by LiniFiksi
Mon, 28-May-2018

Dalam Tahajud


 
di malam yang padam

selalu kurapal ritus doa pengharapan

dan dzikir tak pernah berhenti

pada setiap detik kesunyian

mengharap ridho dari Rabb ku

yang mahatahu

 
kepada angin yang selalu melangitkan doa

kutitipkan impian

menggantung di awan pengharapan

di ranah sajadah

tangan ini selalu menengadah

mengharap berkah dari sang maha pencerah

 

Mengeja Senja


cahya mega telah merupa langit senja

menyongsong waktu menuju temaram

dan surya meghilang redam

: padam

di ujung mata, nun jauh di sana

sementara adzan telah bergema

menyeru para jamaah pergi ke mushola

guna menyongsong maghrib

di waktu yang sempit

 
bintang telah mudik

bersama rembulan yang menjelma asa

aku mulai mengeja senja

sambil bermandikan cahya pijar

yang mulai disumat untuk menambah warna binar

 
bersama para kawan

aku riuh berlarian

sambil merapal puji-pujian

menuju ladang pengharapan

tanah sajadah tempat hamba berserah

[][ilustrasi @riansaputra | foto Ahmad Radhitya Alam]
 


Ahmad Radhitya Alam, lahir di Blitar, pada tanggal 2 Maret 2001. Siswa SMAN 1 Talun dan santri di PP Mambaul Hisan Kaweron. Penulis bergiat di FLP Blitar, Awalita, dan Teater Bara SMANTA. Karyanya termaktub dalam beberapa antologi puisi dan dimuat pada beberapa media.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Silakan kirim karya puisi atau fiksimini kamu ke linifiksi@linikini.id. Karena ada honornya, jadi cantumkan juga nomor rekening bank dan nomor telepon atau email yang bisa dihubungi pada naskah yang siap kamu kirim. Selamat berkarya! []