}
Skyscraper: Penyelamatan Keluarga di Gedung Tinggi
Film

Skyscraper: Penyelamatan Keluarga di Gedung Tinggi

by Yogira
Fri, 13-Jul-2018

"Skyscaper" artinya pencakar langit. Maknanya selalu terpakai untuk gedung sangat tinggi. Nah, film ini memang mengangkat soal itu, namun kisahnya mengumbar aksi heroik tokoh utama yang berjuang menyelamatkan keluarganya di gedung tinggi yang terbakar.

Dari sisi ide cerita, Skyscrapper bolehlah dibilang menarik meski bukan sesuatu yang baru sebagai karya sinema tentang bencana gedung kebakaran. Pada tahun 1974, The Towering Inferno jadi film malapetaka kebakaran gedung yang fenomenal. Bahkan film ini  menyabet 3 Piala Oscar. Selanjutnya ada film Backdraft [1991] dan Ladder 49 [2004], yang mengangkat tema sejenis. Tapi dari tiga film terdahulu itu, Skyscrapper lebih banyak menonjolkan karakter kepahlawanan secara personal, yang menitis kepada Will Saywer [Dawyne Johnson].

Will Sawyer adalah mantan pimpinan FBI Hostage Rescue Team. Pasca gagal dalam sebuah misi penyelamatan sampai kakinya buntung, Will menjadi ahli sekaligus penanggungjawab keselamatan gedung-gedung pencakar langit. Berkat bantuan sahabatnya, Ben, dia mendapatkan mandat untuk menangani sekuritas gedung pencakar langit tertinggi di dunia, yang bernama The Pearl. Gedung yang berlokasi di Hong Kong ini milik konglomerat Zhao Long Ji.

Namun, belum lama gedung itu beroperasi, muncul malapetaka. Sekelompok teroris menyusup ke gedung The Pearl. Padahal di situ ada istri dan dua anak Sawyer. Gedung mulai terbakar dan jadi berita dunia. Will yang sedang berurusan dengan Ben di luar gedung langsung bergegas ingin menyelamatkan keluarganya. Sayang, kepolisian setempat malah menuduh Will sebagai biang keladi kehancuran gedung.

Tentu saja, Will berontak dan kabur dari kejaran aparat polisi. Dia nekat masuk gedung itu meski nyawanya di ambang risiko kematian. Maklum, jalur untuk mencapai gedung The Pearl sangat berbahaya. Lidah api di sana sudah menjulur ke berbagai area. Persoalan kian pelik. Ternyata pemimpin teroris di dalam gedung itu memburu juga keluarga Will, yang akan dijadikan sandera sebagai tebusan terhadap Zhao Long Ji, sang pemilik gedung. Apa yang melatarbelakangi teroris itu menyandera keluarga Will? Bagaimana Will mengupayakan keluarganya selamat sekaligus melawan para teroris?

Sutradara film spesialis bencana, Roland Emmerich semula menjadi kandidat untuk menyutradari film ini. Entah mengapa akhirnya yang membesut Skyscraper adalah Rawson Marshall Thurber. Sebelumnya, Rawson lebih dikenal sebagai sutradara film komedi. Meski begitu, kepiawaian dia menggodok ketegangan untuk film Skyscraper layak diacungi jempol. Bertindak juga sebagai penulis skenarionya, Rawson berhasil membangun multikonflik sang tokoh utama terhadap situasi yang memaksanya untuk berjuang keras.

Situasi konflik Will Sawyer nyaris sama seperti yang dialami John McClane [Bruce Willis] dalam film Die Hard [1988]. Kala itu, John harus menyelamatkan istrinya yang jadi sandera teroris di gedung tinggi, yang juga mulai terbakar. Bedanya, aksi heroik John tampak lebih masuk akal ketimbang kenekatan Will ketika ingin ‘menaklukan’ gedung The Pearl. Dalam film Skyscraper, aksi heroik Will lebih banyak dibantu dengan ‘keberuntungan situasional’. Beberapa kali hidupnya di ujung tanduk, tapi ada saja yang membuatnya dia bisa selamat. So, kalau boleh dibilang, pengisahan karakter Will Sawyer adalah ‘die hard’ dalam arti sesungguhnya, bukan Die Hard judul film yang aktornya Bruce Willis. 

Skyscraper murni sebagai film hiburan. Sarat pengadegan action ala Hollywood. Meski sisi dramatiknya kurang terasa, toh penonton akan mengalami ketegangan ketika melihat aksi-aksi Dwayne Johnson berjalan dan  bergelantungan pada ketinggian gedung. [][teks @yogirudiat | foto Legendary Pictures]