Kenali Ojek Berbasis Aplikasi
Gadget

Kenali Ojek Berbasis Aplikasi

by Sherra
Mon, 12-Oct-2015

Masyarakat ibukota Jakarta saat ini tengah demam layanan ojek berbasis aplikasi melalui telepon pintar mereka. Layanan ojek seperti ini bukan cuma mempermudah pelanggan menembus kemacetan, tapi juga mengangkat martabat tukang ojek.

Bisa dibilang, pencetus adanya ojek berbasis aplikasi di Indonesia adalah Go-jek. Nah, sekarang makin banyak ojek berbasis aplikasi yang bisa dimanfaatkan masyarakat. Pengendara ojeknya pun bukan cuma kaum adam lho, tapi wanita-wanita super juga ikut melakoni pekerjaan ini.

Inilah beberapa ojek berbasis aplikasi yang bisa Anda gunakan.

Go-Jek

Pendiri: Nadiem Makarim & Michaelangelo Moran [2011]
Tarif:
Rp 15.000 s.d. 25KM
Rp 15.000 untuk 6KM pertama dan Rp 2.500 untuk kilometer berikutnya [jam sibuk 16.00 - 19.00, Senin- Jumat]
Kelebihan: Memiliki fitur-fitur pelayanan tambahan lain selain ojek.


GrabBike

Pendiri: Anthony Tan [2012] awalnya bernama MyTeksi
Tarif:
Masa promo Rp 10.000 [Rp 20.000 untuk jam sibuk]
Kelebihan: Aplikasinya bisa dipakai untuk memesan taksi mobil pribadi dan taksi konvensional.


Blu-Jek

Pendiri: Garrett Kartono & Michael Manuhutu [2015]
Tarif:
Rp 20.000 per 5 kilometer pertama dan Rp 4.000 untuk tiap kilometer berikutnya
Kelebihan: Nomor ponsel pelanggan terjaga kerahasiannya, karena akan diganti dengan sistem token.


Ojek Syar'i [Ojesy]

Pendiri: Evilita Adriani, Reza Zamir, & Agus Edi S. [2015]
Tarif:
Rp 5.000 untuk kilometer pertama dan Rp 3.000 untuk kilometer berikutnya. Jam layanan [06.00 - 19.00]
Kelebihan: Sudah tersedia di 12 kota.


Lady-Jek [ojek wanita untuk wanita]

Pendiri: Brian Mulyadi
Tarif:
Rp 25.000 untuk enam kilometer pertama dan selanjutnya tarif berlaku flat Rp. 4.000 per kilometer berikutnya.
Kelebihan: Sebanyak 700 pengendara siap meluncur melayani Anda.


TopJek

Pendiri: Cempaka Adinda
Tarif:
Masih dalam tahap perencanaan.

Ojek mana yang paling nyaman kamu gunakan? [][teks @saesherra/berbagai sumber | Ilustrasi RianSaputra]