}
Jenis Obat Batuk
Health

Jenis Obat Batuk

by Pohan
Fri, 06-Nov-2015

Batuk adalah cara tubuh mengeluarkan benda asing atau lendir dari paru-paru dan bagian saluran napas. Udara kotor akibat polusi kendaraan di perkotaan tidak bersahabat menjadi salah satu pemicu batuk. Sebaiknya, luangkan waktu berolahraga dan rajin minum air putih untuk mencegah batuk. Jika batuk terlanjur menyerang, lihat panduan di bawah ini. Bila sudah lebih dari 10 hari, konsultasikan ke dokter.

Berikut jenis-jenis obat batuk:

1. Demulcents

Obat batuk yang dapat menekan batuk dengan membentuk lapisan pelindung di atas tenggorokan. Ini dapat diberikan kepada anak-anak.

Bahan-bahan obat: Gula [sukrosa] dan gliserol.
 

2. Mucolytics

Obat batuk untuk mengeluarkan lendir. Obat ini dikonsumsi jangka panjang [kronis] untuk penyakit bronkitis atau penyakit paru obstruktif kronik.

Tidak dianjurkan untuk anak-anak. Konsultasikan dengan dokter, apoteker atau perawat praktisi sebelum memberikan kepada anak-anak usia 6 sampai 11 tahun.

Bahan-bahan obat: Bromhexine atau asetilsistein.

3. Expectorants

Obat ini melonggarkan lendir di saluran pernapasan, dan dapat digunakan untuk batuk yang menghasilkan lendir [batuk produktif].

Tidak dianjurkan untuk anak-anak. Konsultasikan dengan dokter, apoteker atau perawat praktisi sebelum memberikan kepada anak-anak usia 6 sampai 11 tahun.

Bahan-bahan obat: Guaifenesin, amonium klorida, amonia, senega, natrium sitrat atau ipecacuanha.

4. Suppressants

Obat ini mengurangi dorongan untuk batuk. Belum ada informasi bahwa obat ini efektif untuk anak-anak karena dapat menyebabkan efek samping seperti mengantuk, mual, muntah atau sembelit.

Bahan-bahan obat: Kodein, dekstrometorfan, dihydrocodeine, pholcodine, atau pentoxyverine. [][teks @pohanpow/nps.org.au | foto berbagai sumber]