}
Masuk Angin dan Kerokan
Health

Masuk Angin dan Kerokan

by Pandu
Thu, 19-Nov-2015

Kerokan termasuk metode pengobatan alternatif yang sering dipakai orang Indonesia. Cara ini seringkali dipercaya lebih ampuh daripada obat dokter sekalipun. Apalagi jika dompet sedang cekak. Lebih baik ambil koin seribu dan balsam, lalu gosokkan ke punggung.

Ternyata, kerokan atau kerikan bukan cuma dikenal di bumi Nusantara. Ada juga di China, Vietnam, dan  Kamboja. Jadi, ada indikasi cara ini tersebar sejak jalur perdagangan di Selat Malaka mulai dibuka. Tapi di negara itu namanya bukan kerokan.

Di Vietnam, teknik ini disebut Cao Giodi. Di Kamboja dikenal dengan nama Goh Kyol. Sedangkan di China disebut Gua Sua. Khusus untuk di China, alat untuk mengeriknya adalah batu giok, bukan koin receh, seperti di sini. 

Sebetulnya, warna kulit yang memerah bukan angin, seperti yang dikira. Tetapi itu adalah pembuluh darah kapiler yang pecah yang menimbulkan jejak merah. Orang sehat sekalipun akan memerah kulitnya jika dikerok, bukan yang masuk angin saja.

Negara Barat tak meyakini kemujaraban kerokan. Sudut pandang medis di sana menyebut metode ini memperlebar pembuluh darah tepi yang menutup [vasokontiksi] menjadi menjadi semakin melebar [vasaditilasi].

Kerokan bisa melepaskan hormon endorphin yang membuat tubuh penderita masuk angin [mialga] jadi nyaman. Suhu tubuh yang dingin juga bisa meningkat. Arus darah juga ikut lancar pada titik-titik yang dikerik. Sistem pertahanan tubuh pun meningkat. Selama tidak sering, kerokan tidak akan berbahaya. [][teks @HaabibOnta/berbagai sumber | foto youtube]