}
Seluk Beluk Hepatitis A, B, dan C
Health

Seluk Beluk Hepatitis A, B, dan C

by Sherra
Wed, 16-Dec-2015

Ya, baru-baru ini kita dihebohkan dengan penyakit Hepatitis A yang menyerang mahasiswa kampus Institut Pertanian Bogor [IPB]. Sebanyak 28 mahasiswa yang terserang penyakit ini menjalankan rawat inap di beberapa rumahsakit.

Hepatitis adalah peradangan pada hati yang disebabkan oleh virus. Hepatitis yang terjadi di Indonesia paling banyak disebabkan oleh virus hepatitis A [HVA], B [HVB] dan C [HVC]. Ketiga virus tersebut menular melalui cara yang berbeda.

Nah, Kalau Hepatitis A, penyakit infeksi hati/liver yang ditularkan melalui fecal oral [virus ditemukan pada tinja]. Virus ini juga mudah menular melalui makanan atau minuman yang terinfeksi dan juga melalui hubungan seks dengan penderita.

Gejala Hepatitis A biasanya nggak muncul selama beberapa minggu. Apa gejala hepatis A? Penderita akan merasa kelelahan, mual hingga muntah, nyeri perut atau rasa nggak nyaman, terutama di daerah hati [sisi kanan bawah tulang rusuk], kehilangan nafsu makan, demam, urine berwarna gelap, nyeri otot, dan menguningnya kulit dan mata. Untuk memastikannya, A diperlukan pemeriksaan dokter dan laboratorium. Penderita hepatitis A diharuskan beristirahat total bahkan rawat inap di rumah sakit.

Hepatitis B dapat menular melalui darah, cairan tubuh manusia, kontak seksual, janin dalam kandungan, dan melalui suntikan atau transfusi darah yang terjangkit virus Hepatitis B. Selain itu, bisa juga tertular melalui alat-alat yang nggak disterilkan sempurna seperti tindik, tato, pisau cukur, gunting kuku yang nggak steril.

Berbeda dengan Hepatitis A, virus Hepatitis B pada sebagian orang bisa mengakibatkan gagal hati, kanker hati atau sirosis yaitu kondisi yang menyebabkan jaringan parut permanen di hati. Gejala hepatitis B biasanya muncul sekitar 3 bulan setelah terinfeksi. Cara penularan dan gejala Hepatitis B hampir sama dengan hepatitis A. Belum ada obat untuk hepatitis B, tapi vaksin bisa mencegah penularan penyakit ini. Bukan nggak bisa disembuhkan, tapi proses pengobatannya biasanya dilakukan dalam jangka waktu lama.

Hepatitis C
memiliki tingkat keparahan yang paling tinggi dibanding Hepatitis A dan B. Hepatitis C lebih berbahaya karena virusnya sulit menghilang sehingga bisa mengganggu fungsi hati [liver]. Virus hepatitis C ditularkan lewat transfusi darah, jarum suntik atau alat tato dan tindik yang nggak steril. Gejala Infeksi virus Hepatitis C seringkali nggak ketahuan. Kalau pun ada, gejala Hepatitis C mirip dengan gejala Hepatitis A dan B. Untuk Hepatitis C hingga kini belum ada vaksin pencegahnya.

Pencegahan Hepatitis A:

  • Cuci tangan dengan sabun setelah memegang atau ingin memegang sesuatu.
  • Makanlah makanan yang matang karena virus akan mati di suhu tinggi.
  • Banyak mengonsumsi buah-buahan, pastikan buah tersebut bersih.
  • Minum air yang sudah matang atau air minum kemasan [ini kalau sanitasi lingkungan nggak sehat atau meragukan].
  • Cuci bersih sayuran mentah.
  • Lakukan vaksinasi hepatitis A. Apalagi kalau pergi ke daerah yang rawan dengan virus ini.

Pencegahan Hepatitis B dan C:

  • Lakukan hubungan intim yang aman [hanya dengan pasangan].
  • Gunakan jarum suntik yang steril dan belum pernah digunakan.
  • Jangan memakai sikat gigi, pisau cukur, sisir atau peralatan manikur bersama-sama dengan orang lain.
  • Pastikan peralatan untuk kulit [tato, tindik, dll] sudah disterilkan.
  • Lakukan vaksinasi hepatitis B jika Anda merasa berisiko.
  • Balut luka terbuka.

Yuk jaga kesehatan Commuters! Daya tahan tubuh yang rendah bikin virus mudah menyerang tubuh kita.. [][teks @saesherra/berbagai sumber | foto corbisimages]