}
Manfaat Biji Alpukat
Health

Manfaat Biji Alpukat

by Pohan
Mon, 21-Dec-2015

Orang Meksiko memanfaatkan alpukat sebagai saus, yang disebut "Guacamole". Saus ini sudah dikenal sejak zaman Aztec di abad ke-16. Alpukat juga sudah banyak dibudidayakan di banyak negara termasuk di Indonesia. Tahukah kamu, alpukat tidak hanya dagingnya yang biasa dimakan. Biji alpukat ternyata banyak sekali manfaatnya:


1. Memiliki Sifat Anti-Tumor

Beberapa studi masih perlu konfirmasi mengenai manfaat ini, misalnya dengan uji coba pada tikus dan mencit, yang menunjukkan bahwa senyawa dalam biji alpukat memiliki sifat anti-tumor. Menurut "Encyclopedia of Common Natural Ingredients Used in Food, Drugs, and Cosmetics”, biji alpukat memiliki flavonol kental yang bisa mencegah penyakit tumor.

2. Memiliki Sifat Anti-Oksidan

Alpukat adalah salah satu kelompok buah-buahan yang berafedah sebagai antioksidan yang kuat dari benih mereka. Studi yang dilakukan National University of Singapore pada tahun 2003 menyimpulkan bahwa biji alpukat memiliki sifat antioksidan yang lebih besar ketimbang biji buah lainnya termasuk mangga, asam, dan nangka.

3. Obat Pencernaan

Biji alpukat memiliki peran penting dalam pengobatan tradisional, misalnya pengobatan pada gangguan saluran pencernaan. Gangguan pencernaan bisa menyebabkan diare dan masalah yang lebih serius. Orang menggunakan biji alpukat untuk mengobati disentri dan diare. Ini adalah manfaat kesehatan yang bisa diambil dari benih.

4. Serat yang Mudah Larut

Dr. Tom Wu, N.M.D., seorang dokter kehormatan dari United Nations and the American Cancer Society menyebutkan, biji alpukat salah satu sumber serat tertinggi yang mudah larut. Bentuk serat ini penting untuk pasien yang terkena penyakit jantung karena dapat membantu menurunkan kadar kolesterol. Sementara oatmeal adalah salah satu sumber yang paling signifikan dari serat larut dalam diet konvensional, Dr. Tom Wu mencatat bahwa biji alpukat memiliki jauh lebih banyak mengandung senyawa penting.

5. Kalium

Dikutip dari  artikel "California Avocado Society" pada 1951, menunjukkan biji alpukat sangat tinggi kalium. Namun, tingkat kalium menurun sebagai buah matang. Bila mencari biji alpukat untuk kalium, gunakan buah yang belum matang. Tingkat signifikan fosfor juga terkandung dalam biji buah ini, tapi tidak sebanyak kalium. [][teks @pohanpow/livestrong.com | foto berbagai sumber]