}
RS Pusat Otak Nasional dan BPJS
Health

RS Pusat Otak Nasional dan BPJS

by Sherra
Tue, 26-Jan-2016

Berdasarkan data riset kesehatan dasar [Riskesdas] yang dikumpulkan sejak tahun 1991 hingga 2007, stroke merupakan penyebab kematian dan kecacatan utama di hampir seluruh rumah sakit di Indonesia. Data Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia [PERSI] tahun 2009 pun menunjukkan 1 dari 7 kematian disebabkan stroke, dengan tingkat kecacatan mencapai 65%.

Memang, gaya hidup dan penyakit lain memicu stroke, seperti: merokok, minum alkohol, diabetes melitus, hipertensi, penyakit jantung, dan penyakit metabolik lain, misalnya  meningkatnya kadar asam urat dan kolesterol dalam darah.

Permasalahan di bidang kesehatan otak dan saraf itulah yang membuat pemerintah melalui Kementerian Kesehatan RI mendirikan Rumah Sakit Pusat Otak Nasional [RS PON]. Rumah sakit pertama di Indonesia yang khusus menangani otak dan saraf ini diharapkan menjadi pusat rujukan nasional yang komprehensif dalam menangani kasus penyakit otak dan saraf.

RS PON terletak di Jalan MT. Haryono, Cawang, Jakarta Timur dan sudah mendapat akreditasi lulus dengan Predikat Nasional Paripurna. Karena melayani segala permasalahan penyakit otak, rumah sakit yang diresmikan  Presiden SBY pada 14 Juli 2014 ini menggunakan alat bantu diagnostik yang canggih, misalnya aja CT Scan 256 Slices.

Dr. Mursyid Bustami, Sp.S [K], KIC selaku Direktur Utama RS PON mengatakan, sebagai pusat rujukan, rumah sakit ini pun menerima pasien BPJS. Menurut info yang diperoleh dari akun twitter RS PON, syarat untuk mendapatkan pelayanan BPJS adalah membawa rujukan dari klinik, Puskesmas, atau rumah sakit umum setempat, dan legalitas dari petugas BPJS yang berada di klinik atau rumah sakit tersebut. Lalu, semua rujukan dan kartu BPJS difotokopi rangkap dua.

Dilansir dari situs Pusat Data dan Informasi [PERSI], RS PON memiliki 11 lantai yang terdiri dari 2 kamar president suite, 18 kamar VVIP, 36 kamar VIP, 36 tempat tidur kelas I, 22 tempat tidur kelas II, serta 275 tempat tidur kelas III yang di antaranya dialokasikan untuk pasien peserta program Jaminan Kesehatan Nasional [JKN] yang dijalankan BPJS Kesehatan.

Gagasan RS PON

“Mengutamakan keselamatan pasien, kemudahan akses dan kepuasan pelanggan, senantiasa perkembangan teknologi dan kebutuhan pelanggan” 

Motto RS PON

"Melayani dengan Mulia"


Wah, semoga RS PON akan terus meningkatkan pelayanannya untuk seluruh masyarakat Indonesia. [][teks @saesherra/rspon.co.id/berbagai sumber | foto rspon.co.id]