}
Bahayakah Virus Zika?
Health

Bahayakah Virus Zika?

by Sherra
Fri, 29-Jan-2016

Baru-baru ini Virus Zika menggemparkan dunia kesehatan. Organisasi Kesehatan Dunia [WHO] memperingatkan bahwa virus tersebut "menyebar eksplosif" di Amerika dan sebanyak empat juta orang terinfeksi pada akhir tahun.

Apa itu Virus Zika?

Virus ini awalnya ditemukan dari monyet di hutan Zika, Uganda pada tahun 1947 dan berhasil diisolasi. Kabarnya, saat ini Virus Zika telah menyebar di sekitar 23 negara dan kawasan di benua Amerika. Brazil menjadi negara terbanyak dengan 1,5 juta orang yang terinfeksi virus tersebut dan menyebar di sekitar 20 negara di kawasan Amerika.

Bagaimana Virus Zika menular?

Infeksi virus Zika menular dari nyamuk Aedes Aegypti yang menjadi pembawa virus Dengue yang menyebabkan penyakit demam berdarah dengue. Meskipun virus biasanya disebarkan oleh nyamuk, ada satu laporan dari kemungkinan penyebaran melalui transfusi darah dan salah satu kemungkinan penyebaran melalui hubungan seks. Hingga saat ini, belum ditemukan vaksin untuk virus Zika.

Gejalanya?

Sebagian besar infeksi Virus Zika nggak membahayakan dan gejalanya nggak jauh beda dengan penyakit demam berdarah seperti ruam, demam, rasa sakit pada sendi, dan mata merah. Tingkat keparahan infeksi virus Zika lebih kecil daripada demam berdarah yang menyebabkan kematian.

Mengapa bisa menyebabkan bayi lahir dengan kepala lebih kecil [microsefali]?

Iya, yang menjadi perhatian adalah hadirnya virus Zika bertepatan dengan meningkatnya jumlah kasus mikrosefali di Brasil, kondisi langka yaitu bayi lahir dengan kepala kecil abnormal dan otak yang rusak. Makanya, virus Zika dikaitkan dengan kondisi microsefali. Perhatian ilmiah sedang difokuskan pada perempuan yang terinfeksi saat hamil. Kabarnya, pemerintah El Salvador telah menghimbau perempuan untuk tidak hamil sampai 2018.

Trus bagaimana mencegah Virus Zika?

Sama dengan mencegah penyebaran infeksi demam berdarah. Sebaiknya memberantas sarang nyamuk agar nggak berkembang biak dengan cara melakukan 3M yakni menguras dan menutup penampungan air bersih serta mengubur wadah penampung genangan air. Selain itu jaga kebersihan, meningkatkan daya tahan tubuh, atau pakai baju tangan panjang dan celana panjang ketika tengah di luar rumah. Selubungi tempat tidur bayi menggunakan kelambu dan pasangkan kawat kasa di lubang angin rumah untuk menahan nyamuk masuk ke rumah.

Yuk cegah penyebaran Virus Zika! [][teks @saesherra/nytimes, berbagai sumber | foto corbisimages]