}
Pengaruh Smartphone Bagi Anak
Health

Pengaruh Smartphone Bagi Anak

by Dewi
Wed, 23-Mar-2016

Jika kamu adalah ortu dengan anak balita di jaman mobile internet ini, ngaku deh pasti pernah meminjamkan/memberikan smartphone atau tablet ke anak.

Seringnya, itu sebagai usahamu untuk membuat dia duduk tenang atau mungkin untuk hadiah ulangtahun dengan mengisinya banyak games dan video. Kita tidak membahas soal batasan konten, tapi pengaruhnya bagi anak jika terlalu sering memelototi layar gadget.

Menurut American Academy of Pediatrics, anak-anak di bawah usia 2 tahun sebaiknya tidak terlalu lama menggunakan smartphone/tablet/komputer. Semakin kecil usia anak mulai menggunakan gadget, dan pada saat itulah otaknya sedang tumbuh pesat, semakin besar pengaruhnya terhadap anak.

1. Susah tidur. Semua layar gadget mengeluarkan blue light yang menyerupai cahaya siang hari. Ini mengirimkan sinyal yang salah pada otak dan membingungkan bagi tubuh kita. Jika di malam hari anak susah tidur, berlakukan tanpa-gadget mulai 1-3 jam sebelum tidur. Gantikanlah dengan kegiatan membaca buku bersama.

2. Kurang bergerak. Anak itu ditakdirkan untuk lari, lompat, memanjat, menari, bermain, untuk membantu pertumbuhan fisik yang sehat dan kuat. Terlalu banyak bermain gadget artinya mereka hanya duduk diam dalam waktu lama. Kasihan, bisa-bisa nanti obesitas.. Karena itu ortu dianjurkan untuk rutin membawa mereka melakukan aktivitas fisik, seperti berenang, naik sepeda, bermain bola, apapun yang sesuai dengan minat anak.

3. Gangguan pada mata. Memang belum ada laporan tentang kerusakan mata, tapi yang pasti bisa menyebabkan mata buram, kering, lelah, bahkan sakit kepala. Ajarkan anak untuk menjaga jarak tertentu antara mata dan layar, sesuaikan tingkat terang/gelap, dan minta dia beristirahat setiap 10-20 menit.

4. Sakit/nyeri pada beberapa bagian tubuh, misalnya leher, bahu, punggung, tangan, dan ibu jari. Selain sering beristirahat, ajarkan juga posisi duduk yang baik serta posisi gadget yang tidak lebih tinggi dari mata. Hal ini untuk mengurangi leher terlalu lama mendongak.

5. Pendeknya masa konsentrasi. Terlalu lama menggunakan gadget ternyata dapat menyulitkan seseorang untuk mampu berkonsentrasi lama pada sesuatu. Ortu sangat dianjurkan berlatih bagaimana membuat anak-anak menjadi tenang tanpa melibatkan gadget. Demi kesehatan dan masa depan mereka.

6. Kurangnya kemampuan bersosial. Sebuah artikel menyatakan, pengguna gadget tetap mampu bersosial dengan berhubungan melalui aplikasi-aplikasi. Tetapi anak juga perlu untuk mampu membaca emosi orang lain, caranya adalah dengan berinteraksi secara tatap muka. Maka pembatasan waktu penggunaan gadget adalah jalan keluarnya.

7. Cemas berlebihan. Jika kamu memiliki anak yang lebih besar, waspadai kegiatannya di socmed. Di ranah itu banyak sekali yang bisa mereka lihat. Ada kemungkinan mereka jadi membandingkan dirinya dengan teman-teman yang ada di situ, atau sibuk berusaha membuat orang lain memberinya likes atau comments. Sayang sekali ya jika energinya dihabiskan untuk itu. Sesekali ortu harus berdiskusi dengan anak mengenai kenyataan ber-social media, bagaimana cara menanggapi apa yang dia lihat, dan juga ajarkan dia untuk tidak mengejek atau menghakimi temannya yang ujung-ujungnya bisa menimbulkan masalah.

Nah, mulai sekarang para ortu sebaiknya jangan menganggap remeh smartphone. Karena selain fungsi baiknya yang sangat banyak, pemakaian tanpa pengawasan bisa merugikan anak-anak. [][teks @tantedow/lifehack.org | foto corbisimages.com]