}
Waspada Virus Flu Burung!
Health

Waspada Virus Flu Burung!

by Dedi
Thu, 24-Mar-2016

Flu burung kembali endemis di Banyuwangi, Lamongan dan Jakarta, bahkan dikabarkan ada ayah dan anak suspect flu burung yang meninggal di Cipondoh, Tangerang.  Jenis flu ini populer semenjak variannya yang sangat menular [H5N1] merebak di Asia pada 2003 dan menjangkit dataran Eropa pada 2005 lalu.

Flu Burung merupakan penyakit menular yang disebabkan virus influenza yang menyerang berbagai unggas, termasuk unggas darat maupun air. Virus flu burung [avian influenza] disebarkankan oleh unggas lewat cairan hidung, mata dan feses yang dapat menular pada manusia dan unggas lain, selain itu, virus bisa menyebar lewat telur dari induk yang terinfeksi, namun embrionya akan mati sebelum menetas. Belum ada indikasi pula virus AI menular dari manusia ke manusia, tetapi tetap harus waspada, karena sifat virus yang mudah bermutasi.

Pada unggas masa inkubasi virus, yaitu saat virus masuk ke tubuh sampai timbul gejala, membutuhkan beberapa jam sampai dengan 3 hari, sedang pada manusia, inkubasi virus membutuhkan 1- 3 hari, tergantung usia, kekebalan dan kondisi fisik individu. Anak-anak lebih rentan tertular karena sistem kekebalan tubuhnya yang belum sesempurna orang dewasa.

Pada unggas gejalanya antara lain penurunan napsu makan, penurunan produksi telur, batuk, bersin, kulit yang tidak berbulu dan berwarna biru. Adanya kasus unggas yang mati mendadak tanpa gejala klinis juga mengindikasikan penularan virus ini.

Gejala pada manusia antara lain adalah demam, sakit tenggorokan, batuk, beringus, infeksi mata, nyeri otot, sakit kepala dan lemas dan jika tidak segera ditangani dapat berlanjut ke peradangan paru-paru [pneumonia] dan kematian.


Tindakan pencegahan penyebaran flu burung antara lain adalah:

1. Dengan tidak kontak langsung ke unggas sedang terjangkit wabah flu burung,

2. Perlu diwaspadai jika ada penderita gejala flu yang 7 hari terakhir kontak dengan unggas yang mendadak mati atau terdapat gejala penyakit flu burung.

3. Jangan sentuh kotoran unggas dan bersihkan kandang unggas dengan penyemprotan desinfektan,

4. Sebisa mungkin hindari berdekatan dengan orang yang terinfeksi virus, dan gunakan masker setiap kali harus berdekatan,

5. Jaga kebersihan lingkungan, biasakan rajin mencuci tangan dengan sabun dan segera periksakan ke rumah sakit jika merasakan gejalanya.[][teks @dd_sarwono/kompas.com, sindonews.com, sidode.com | foto nature.com, indiatimes.com, inspirasi.com]