}
Mengenal Bahaya GMO [Genetically Modified Organism]
Health

Mengenal Bahaya GMO [Genetically Modified Organism]

by Dedi
Mon, 09-May-2016

GMO [Genetically Modified Organisms] adalah organisme yang dimodifikasi secara genetik. GMO bertujuan mendapatkan manfaat yang lebih besar baik dari sisi kuantitas, kualitas maupun ekonomis dari tanaman atau hewan ternak yang dimodifikasi. Tanaman atau ternak tersebut akan lebih tahan penyakit, lebih cepat dipanen, memiliki rasa dan zat gizi lebih banyak.


GMO pertama kali diperkenalkan pada 1994 oleh sebuah perusahaan di Amerika, Calgene, yaitu tomat jenis Flavr Savr. Kini beberapa varietas jagung, kapas, pepaya, gula bit, timun sampai ke babi dan salmon juga telah mengalami rekayasa genetika, dan 70% pasokan kedelai di Indonesia adalah tanaman transgenik atau GMO yang diimpor dari Amerika.

Beberapa lembaga di Indonesia bahkan juga sedang mengadakan penelitian GMO seperti LIPI [padi] dan PTPN XI [tebu] dan dikabarkan juga Desember 2015 lalu, Monsanto Indonesia dan Kementan berencana merilis bibit jagung transgenik.


Namun GMO mendapatkan pertentangan dari berbagai pihak karena adanya beberapa potensi yang membahayakan sebagai berikut:

1. Potensi toksisitas bahan pangan. Rekayasa genetika memungkinkan munculnya bahan kimia beracun pada bahan pangan.

2. Potensi gangguan kesehatan. Bahan kimia beracun pada organisme transgenik berpotensi membahayakan kesehatan dan bahkan menimbulkan penyakit jenis baru.

3. Potensi erosi plasma nutfah. Contohnya: jagung GMO jenis Bt dikuatirkan membahayakan spesies kupu-kupu raja karena mematikan larvanya dan memusnahkan plasma nutfahnya.

4. Potensi pergeseran gen. Contohnya: tomat transgenik ternyata mempunyai akar yang dapat mematikan mikroorganisme dan organisme yang berada di dalam tanah.

5. Potensi pergeseran ekologi. Organisme transgenik dapat menimbulkan gangguan ekologi karena adanya perubahan sifat alaminya sehingga bisa hidup di habitat yang bukan habitat alaminya. [][teks @dd_sarwono/berbagai sumber | foto henryhalse.com, dailyreckoning.com, kabarbisnis.com]