}
Diet Karbohidrat Cegah Diabetes
Health

Diet Karbohidrat Cegah Diabetes

by Pandu
Fri, 10-Jun-2016

Biasanya sih, penderita obesitas atau diabetes biasanya melakoni cara diet ini. Tapi Commuters bisa menerapkannya juga meski nggak ingin mengidap kedua gangguan kesehatan itu. Ingat, sehat itu mahal harganya di rumahsakit. Hayo pilih, mending jaga kesehatan atau terus menjalani kebiasaan buruk?

Praktik diet karbohidrat sederhana kok, cukup mengurangi konsumsi makanan berat. Misalnya nasi, roti, pasta, kentang dan makanan yang manis-manis. Pasti berat untuk orang Indonesia yang berpedoman ‘belum makan kalau nggak kena nasi’.

Faktanya, nasi nggak bikin cepat lapar, karena butuh waktu 12 jam untuk diuraikan. Jadi perut penuh terus. Beda jika konsumsi gado-gado [tanpa lontong], perut cepat lapar lagi karena proses pencernaan selesai. Tapi coba, kalo kita habis makan nasi, badan lemas 'kan? Yap karena perut bekerja keras mencernanya. Ditambah kandungan gula pada nasi itu tinggi sekali.

Terus makan apa dong kalau nggak nasi? Supaya tubuh tetap berenergi dan sehat, nasi, roti dan pasta bisa digantikan dengan telur rebus, alpukat, tahu atau tempe. Kacang-kacangan dan segala jenis sayuran, yang juga bagus untuk tubuh. Sedangkan ayam yang bagus itu bagian dada. O..iya... ada satu lagi murah tapi berprotein tinggi dan kaya vitamin B12: ikan lele.

Yap ikan lele itu bagus lho buat tubuh asalkan digorengnya tidak pakai minyak jelantah yang sudah berminggu-minggu. Tinggal dilengkapi dengan tumis tahu-tempe, sayur bening dan telur rebus.

Tubuh mendapat energi dari karbohidrat dan lemak. Jika asupan karbohidrat sedikit, tubuh akan membakar lemak. Berarti, sedikit lagi menuju berat tubuh ideal. Semangat! [][teks @HaabibOnta | foto vanityhousefitness]