}
Ada Apa dengan Gorengan?
Health

Ada Apa dengan Gorengan?

by Sherra
Thu, 23-Jun-2016

Hayoo, siapa yang menu favorit saat buka puasanya gorengan? Sebaiknya dikurangi ya Commuters. Enak sih, tapi apa baik buat tubuh kita?

Menyantap makanan yang digoreng dapat meningkatkan asupan lemak dan kalori, terutama saat makanan tersebut digoreng dengan suhu rendah atau terlalu penuh dalam satu wajan. Wajan yang penuh dengan makanan dapat menurunkan suhu minyak, akibatnya dapat menambah waktu yang dibutuhkan untuk menggoreng makanan. Makin lama makanan digoreng, maka jumlah lemak yang diserap selama memasak meningkat.

Makanan yang mengandung lemak dan kalori tinggi meningkatkan risiko masalah kesehatan.

1. Meningkatkan risiko obesitas

Makanan gorengan tinggi akan lemak dan kalori. Sebuah studi "Nutrition, Metabolism, and Cardiovascular Disease" tahun 2013 menemukan bahwa mengonsumsi makanan gorengan lebih dari 4 kali dalam seminggu dapat meningkatkan risiko obesitas dibandingkan orang yang mengonsumsi kurang dari 2 kali dalam seminggu.

2. Meningkatkan risiko diabetes dan kolesterol

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam "Diabetes Care" pada bulan April 2011, mengonsumsi makanan yang digoreng secara rutin berhubungan dengan peningkatan risiko diabetes tipe-2.

3. Meningkatkan risiko kanker

Membatasi jumlah makanan gorengan dapat membantu menurunkan risiko kanker prostat. Menurut penelitian dalam jurnal "Prostat" Juni 2013, orang yang sering makan beberapa makanan gorengan setidaknya sekali seminggu seperti ikan goreng, ayam goreng, donat atau kentang goreng, akan mengalami risiko kanker prostat lebih tinggi dibandingkan orang yang tidak mengonsumsinya.

Yang mengejutkan, nggak semua mendapat risiko kesehatan tersebut. Salah satu alasan yang memungkinkan adalah penggunakan jenis minyak untuk memasak. Sejumlah 40 ribu peserta penelitian di Spanyol menggunakan minyak zaitun dan minyak bunga matahari. Faktor lainnya bisa saja dari cara makanan itu digoreng, berapa kali minyak digunakan, atau bahan yang ditambahkan pada makanan. Sebaiknya masaklah makanan dengan suhu minyak yang pas. Setelah dimasak, tiriskan dengan tisu dapur [paper towel] 1-2 menit sebelum disantap.

Yang penting selalu ingatlah, apapun yang berlebihan itu nggak baik ya Commuters![][teks @saesherra/livestrong.com, healthland.time.com | foto gettyimages.com]