}
Efek Positif dan Negatif Minum Kopi
Health

Efek Positif dan Negatif Minum Kopi

by Pohan
Thu, 30-Apr-2015

Sudah ngopi kah hari ini? Jika Anda menyeruput secangkir kopi, jangan lupa setelah itu minum air putih secukupnya. Kopi memiliki efek positif dan negatif bagi kesehatan. Apa saja? Simak yuk!

Efek Positif Kopi:

  • Kopi dapat mengurangi risiko terkena penyakit Alzheimer.
  • Kopi dapat mengurangi risiko terkena penyakit Parkinson.
  • Kopi dapat membantu meningkatkan memori jangka pendek manusia.
  • Hal ini terutama disebabkan karena kafein yang dikandungnya bereaksi secara kimia menstimulasi dan membantu kita untuk menangkap dan fokus terhadap informasi yang diterima lebih baik untuk jangka pendek tertentu.
  • Kopi dapat membantu meredakan sakit kepala. Kandungan kafein dapat membantu meningkatkan efek obat-obatan yang berfungsi untuk menghilangkan rasa sakit sementara seperti aspirin, midol, dan excedrin. Banyak obat sakit kepala dan migran yang mengandung kafein dalam jumlah kecil.
  • Kopi merupakan efektif antioksidan.
  • Kopi merupakan diuretic yang baik. Minum kopi membuat orang lebih sering buang air kecil. Ini bagus untuk membantu tubuh membuang semua zat-zat. ataupun kandungan yang sudah tidak diperlukan lagi oleh tubuh.
  • Kopi juga membantu mengurangi risiko terkena batu ginjal.

Efek Negatif Kopi:

  • Kopi dapat menyebabkan constipation atau susah buang air besar.
  • Kopi menyebabkan karang gigi dan gigi menjadi kuning bia dikonsumsi dalam jumlah berlebihan.

Bagi seorang coffee addict, kenikmatan saat meminum kopi, sungguh tak terbantahkan. Secangkir kopi seakan jodoh bagi sebatang rokok kretek filter. Tak ada yang melarang, kita perlu tahu takarannya.

Para peneliti di Florida Alzheimer’s Disease Research Center menyebutkan dosis kopi yang dikonsumsi setiap hari takarannya sebanyak 500 milligram kafein atau sama dengan 5 cangkir ukuran 236,5 mililiter kopi.

Takaran 500 milligram kafein atau sama dengan 5 cangkir ukuran 236,5 mililiter kopi, itu disebutkan tidak berbahaya bagi kesehatan. Ingat bahwa takaran itu diperuntukkan bagi orang yang tidak mengidap darah tinggi dan wanita hamil.

Uji coba dilakukan melalui seekor tikus yang menunjukkan tikus yang mengonsumsi kafein memiliki kondisi otak yang sama dengan tikus seumur yang normal, dan menjauhkan dari gejala Alzheimer. [][teks @pohanpow/doktersehat.com | foto dok. www.mpdsj.com, pixgood.com]