}
Selamatkan Nyawa dengan SADARI
Health

Selamatkan Nyawa dengan SADARI

by Sherra
Fri, 21-Oct-2016

Kanker payudara di Indonesia sudah seperti fenomena gunung es. Begitulah yang diungkapkan Linda Amalia Sari Gumelar saat ditemui di Kuningan City, Jakarta, [20/10]. Mantan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak itu menjelaskan bahwa di Indonesia penderita kanker payudara terus meningkat tiap tahunnya.

Menurut data dari Amerika Serikat, dari 8 perempuan 1 orang didiagnosis kanker payudara. Namun mereka bisa cepat disembuhkan karena sudah terdeteksi dini. Sayang, di Indonesia justru kebalikannya.

“Sebanyak 70% pasien kanker di indonesia datang ke dokter sudah stadium lanjut,” imbuhnya.

Itulah alasan wanita yang  pernah terkena kanker payudara ini juga menggalakkan penyuluhan bagi wanita agar rutin memeriksa sendiri ada atau tidaknya benjolan di payudara dengan Periksa Payudara Sendiri [SADARI].

Ketua Yayasan Kanker Payudara Indonesia [YKPI] itu mengungkapkan, SADARI dimulai dari anak-anak setelah menstruasi karena memang sudah ada perkembangan hormonal. Itu dilakukan pada hari ke 8 atau hari ke 10 dari masa setelah menstruasi. Menurutnya, Itu adalah waktu yang paling tepat dan harus secara rutin setiap bulan dilakukan. 

“Bagi ibu-ibu yang mungkin sudah tidak menstruasi lagi, ditentukan saja setiap bulan tiap tanggal 1 periksa. Di Indonesia, sekitar usia 45-55 tahun yang paling banyak pasiennya. Walaupun sekarang ini, ditemukan juga di usia 15-17 tahun atau ibu-ibu muda, 30 sekian tahun,” tambahnya.

Linda Gumelar juga menjelaskan benjolan yang ditemukan saat meraba payudara itu belum tentu itu kanker payudara. Bisa juga penyebab lain. Jangan kuatir, yang penting harus periksa ke dokter.

“Penyebab kanker sampai sekarang penyebab kanker belum diketahui. Tetapi pemicunya adalah hormon estrogen. Makanya , kita harus mengurangi makan-makanan berlemak, makanan yang dibakar karena karsinogen tinggi. Intinya lifestyle dan olahraga yang benar, jangan stres. Tapi tidak berarti hal itu sudah bebas dari kanker payudara. Harus rutin diperiksakan juga," kata dia.

Kanker payudara nggak ada sakitnya. Ingatkan orang-orang tersayang. Mari saling jaga, saling peduli. [][teks & foto @saesherra]