}
Pedofilia: Penyakit atau Kutukan?
Health

Pedofilia: Penyakit atau Kutukan?

by Dewi
Wed, 22-Mar-2017

Istilah pedofilia pertama kali muncul pada akhir abad ke-19. Tertulis erotika pedofilia, diciptakan pada tahun 1886 oleh psikiater asal Wina, Richard von Krafft-Ebing dalam tulisannya Psychopathia Sexualis.

Sebetulnya apa sih pedofilia? Akhir-akhir ini makin banyak pula beritanya dan makin cuek komunitasnya menyebar jati diri.

Kata tersebut berasal dari bahasa Yunani, "paidophilia". Pais artinya "anak-anak". Philia artinya "cinta yang bersahabat" atau "persahabatan". Namun di zaman modern, artinya mengalami pergeseran menjadi "cinta anak" atau "kekasih anak", yang sebagian besar dalam konteks ketertarikan romantis atau seksual.

Definisi pedofilia adalah gangguan seksual [bukan kutukan] yang berupa nafsu seksual terhadap remaja atau anak-anak di bawah usia 14 tahun [pra-puber]. Orang yang mengidap pedofilia disebut pedofil. Seseorang bisa dianggap pedofil jika usianya minimal 16 tahun. Hampir semua pedofil adalah pria. Hampir semua. Artinya tidak tertutup kemungkinan adanya pelaku wanita.

Ketika seorang pedofilia memasuki masa puber sebetulnya dia sudah bisa menemukan gejala pada dirinya. Orientasi seksualnya terfokus pada anak-anak, bukan orang dewasa. Jika dia menyadari dan mengakui hal itu, jalan terbaik adalah segera berkonsultasi pada psikolog agar dapat dibantu mencari tau pemicunya dan bagaimana terapi yang harus dilakukan. Sayangnya justru banyak pedofil yang malah tertutup, tidak membuka diri pada keluarga, sehingga akhirnya dorongan tersebut malah semakin kuat.

Sebetulnya apa penyebab seseorang menjadi pedofilia belum benar-benar diketahui, karena penelitian tentang itu masih berlanjut. Sejak tahun 2002 penelitian tentang pedofilia dari faktor-faktor biologis telah dilakukan. Salah satu hasil penelitian yang paling bisa diterima adalah adanya masalah pada otak. Pada orang normal, melihat anak-anak membuat otak mereka secara spontan menghasilkan gelombang saraf untuk meningkatkan insting-insting melindungi dan menyayangi. Sedangkan pada pedofil, gelombang saraf tersebut terganggu, dan berakibat meningkatnya gairah seksual.

Apakah bisa disembuhkan? Bisa. Pengobatan difokuskan pada mengubah perilaku untuk jangka panjang. Jadi harus sabar. Baik penderita, maupun keluarganya. Pengobatan dilakukan berupa tindakan observasi dan antisipasi dari tindakan kriminal. Dalam hal ini, dukungan keluarga sangat dibutuhkan. Terkadang penderita juga akan dianjurkan untuk mengonsumsi obat untuk mengurangi libido, obat-obatan yang mengurangi testosteron, dan penghambat serotonin.

Commuters, jika kamu mengetahui seseorang dalam lingkungan terdekatmu adalah seorang pedofil, tetaplah tenang. Dan segera cari bantuan ke tenaga ahli. [][teks @tantedow/wikipedia & hellosehat | foto vanityfair & dailystorm]