}
Plus Minus Buah Jengkol
Health

Plus Minus Buah Jengkol

by Sherra
Wed, 19-Apr-2017

"Nggak mau makan jengkol ah, bau!" Ya.. itu sih segelintir alasan mereka yang nggak suka jengkol. Tapi nggak sedikit juga yang hobi makan "kancing levis" ini. Terlepas dari rasa dan baunya, mungkin bisa dipikir lagi nih buat nyobain jengkol.

  • Zat besi pada jengkol bisa mencegah dan mengatasi kurangnya produksi sel darah merah. Nah, jadi kamu bisa terhindar dari anemia.

  • Kandungan zat lain dalam jengkol adalah kalsium dan fosfor. Dua zat ini sangat dibutuhkan tulang biar tetap kuat.

  • Jengkol mengandung serat tinggi. Jadi kalau ada yang susah buang air besar atau nggak teratur bisa mengonsumsi jengkol.

  • Protein dalam jengkol cukup tinggi, berkisar 23,3 gram per 100 gram. Fungsinya untuk mengganti atau memperbaiki sel-sel rusak dalam tubuh.

  • Jengkol mengandung vitamin A, vitamin B1, vitamin B2, dan vitamin C.

Walaupun banyak khasiatnya, jengkol nggak boleh dimakan berlebihan Commuters. Kenapa? Selain karena persoalan bau tak sedap, kandungan asam jengkolatnya bisa menyebabkan penumpukan kristal di saluran urine.

Mengonsumsi jengkol harus dibatasi, hanya 3 hingga 10 gram saja per hari. Buat penderita gangguan ginjal sangat nggak disarankan makan jengkol ya. [][teks @saesherra/berbagai sumber | foto wikimedia]