}
Diet Keto dan Manfaatnya
Health

Diet Keto dan Manfaatnya

by Sherra
Thu, 18-May-2017

Commuters, tahu diet ketogenik? Atau udah pernah coba?

Diet ketogenik adalah diet rendah karbohidrat, protein sedang, dan tinggi lemak. Asupan nutrisinya harus berupa sekitar 70% lemak, 25% protein, dan 5% karbohidrat. Diet ini dikenal juga dengan: low carb diet, low carb high fat [LCHF].

Ketika mengonsumsi karbohidrat, tubuh kita mengeluarkan glukosa dan insulin sebagai energi utama. Sedangkan diet ketogenik atau yang biasa disebut keto ini membuat asupan karbohidrat berkurang dan membuat tubuh memasuki keadaan metabolik yang disebut ketosis.

Saat terjadi ketosis, tubuh menjadi sangat efisien dalam membakar lemak menjadi energi utama untuk seluruh tubuh, termasuk otak. Selama keadaan ini, tubuh memproduksi keton, yang dihasilkan dari pemecahan lemak di hati. Tentu aja diet ini bisa mengurangi gula darah dan tingkat insulin secara signifikan.

Intinya sih, kalau nggak ada glukosa dari karbohidrat, tubuh akan memanfaatkan keton dari lemak. Nah, manfaat diet keto apa ya?

1. Penurunan berat badan

Ya, tubuh menjadi mesin pembakar lemak memiliki manfaat untuk menurunkan berat badan. Pembakaran lemak akan sangat meningkat sementara insulin [hormon penyimpan lemak] turun drastis. Hal ini membuat berat badan turun tanpa merasakan kelaparan.  

2. Mengontrol diabetes

Diet keto dikabarkan bekerja dengan baik untuk membalikkan diabetes tipe 2. Masalah utama diabetes adalah kadar gula darah terlalu tinggi. Dan gula dalam darah berasal dari karbohidrat yang kita makan. Jadi, kalau kita makan lebih sedikit karbohidrat, tubuh akan lebih mudah mengontrol kadar gula darahnya.

3. Meningkatkan fokus dan konsentrasi

Banyak orang menggunakan diet keto khusus untuk peningkatan performa mental. Keton adalah sumber bahan bakar untuk otak. Bila kita menurunkan asupan karbohidrat, maka lonjakan gula darah terhindari. Inilah yang membuat otak bisa fokus dan konsentrasi lebih baik. Studi menunjukkan bahwa peningkatan asupan asam lemak dapat berdampak pada fungsi otak.

4. Mengatasi epilepsi

Diet keto telah digunakan sejak awal 1900-an untuk mengobati epilepsi. Dan saat ini masih menjadi salah satu terapi yang paling banyak digunakan untuk anak-anak yang memiliki epilepsi yang tidak terkontrol. Diet keto dapat mengontrol epilepsi hingga bisa mengurangi konsumsi obat.

5. Resistensi insulin

Resistensi insulin dapat menyebabkan diabetes tipe 2 kalau nggak dikelola. Sejumlah besar penelitian menunjukkan bahwa karbohidrat rendah atau makanan ketogenik dapat membantu orang menurunkan kadar insulin hingga rentang sehat.

Buat Commuters yang punya kebutuhan khusus, misalnya ada penyakit kolesterol, diabetes, sedang menyusui, atau yang lainnya, sebaiknya konsultasi ke dokter dulu ya sebelum mencoba diet ini.. [][teks @saesherra/dietdoctor.com, ruled.me | foto pixabay.com]