}
Waspada Osteoporosis!
Health

Waspada Osteoporosis!

by Sherra
Tue, 23-May-2017

Commuters, biar selalu kuat bertahan dalam Commuter Line yang padat, kita harus menjaga tulang dari osteoporosis yang menghantui.

Osteoporosis merupakan kondisi saat kualitas kepadatan tulang menurun atau pengeroposan tulang. Osteoporosis juga disebut "silent disease" karena tulang hilang tanpa tanda. Hiiiy..

Ternyata kita mungkin nggak tahu kalau ternyata tulang telah mengalami osteoporosis sampai nantinya keseleo, terbentur, atau jatuh karena tulang yang keropos dan rentan patah. Gejalanya bisa seperti berkurangnya tinggi badan, perubahan postur tubuh seperti bungkuk, atau nyeri punggung.

Sebetulnya ada banyak faktor terjadinya pengeroposan tulang. Ada yang bisa dicegah tapi ada juga yang hanya bisa diminimalisir.

Faktor yang nggak terelakkan:

» Jenis Kelamin: Wanita cenderung mengelami osteoporosis lebih sering daripada pria.
» Usia: Semakin tua usia, semakin besar risiko osteoporosis.
» Ukuran tubuh: Kecil, wanita kurus berisiko lebih besar.
» Etnis: Wanita kulit putih dan Asia berisiko tinggi. Wanita kulit hitam dan Hispanik [orang Spanyol] memiliki risiko lebih rendah.
» Riwayat keluarga: Osteoporosis cenderung karena keturunan dalam keluarga. Jika anggota keluarga menderita osteoporosis atau patah tulang, ada kemungkinan lebih besar anggota keluarga yang lain punya risiko yang sama.

Sedangkan faktor risiko yang bisa dicegah antara lain:

» Hormon seks: Kadar estrogen rendah akibat menstruasi yang hilang atau menopause dapat menyebabkan osteoporosis pada wanita. Kadar testosteron yang rendah dapat menyebabkan osteoporosis pada pria.
» Anorexia nervosa: Kelainan makan ini bisa menyebabkan osteoporosis.
» Asupan kalsium dan vitamin D: Rendah kalsium dan vitamin D pada tubuh membuat tulang lebih rentan terkena keropos tulang. Sumber kalsium yang baik adalah: Susu rendah lemak, yogurt, dan keju. Makanan dengan tambahan kalsium seperti jus jeruk, sereal, dan roti.
» Penggunaan obat: Beberapa obat meningkatkan risiko osteoporosis.
» Tingkat aktivitas: Kurang olahraga atau istirahat jangka panjang bisa melemahkan tulang. Olahraga membantu tulang tumbuh lebih kuat.
» Merokok: Tembakau buruk bagi tulang, jantung, dan paru-paru.
» Minum alkohol: Terlalu banyak alkohol dapat menyebabkan tulang keropos dan patah.
» Vitamin D: dibutuhkan untuk tulang yang kuat. Tubuh bisa membuat vitamin D sendiri di kulit saat kita berada di bawah sinar matahari. Beberapa orang mendapatkan semua vitamin D yang mereka butuhkan dari sinar matahari. Namun yang lain perlu minum pil vitamin D.

Nah, Kalau ada tanda-tanda osteoporosis lebih baik langsung diskusikan dengan dokter ahlinya. Uji kepadatan mineral tulang menjadi cara terbaik untuk mengetahui kesehatan tulang. [][teks @saesherra/medlineplus.gov | foto pixabay.com]